Saturday, January 11, 2014

Kesalahan Fatal Memulai Bisnis untuk Masa Pensiun

0

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang klien, seorang PNS yang kurang beberapa bulan lagi memasuki masa pensiun. Dari obrolan itulah saya mendapat sebuah pencerahan tentang waktu yang tepat berbisnis untuk masa pensiun.
Dari pembicaraan saya waktu itu, saya bisa menangkap sebuah pelajaran berarti buat para PNS yang ingin menyiapkan bisnis pada saat pensiun nanti. Tentang sebuah kenyataan yang selama ini salah kaprah diterapkan oleh para PNS yang ingin berbisnis saat pensiun.
Apa kesalahan fatal yang kebanyakan dilakukan para PNS? Kesalahan itu terletak pada KAPAN MEMULAI BERBISNIS untuk masa pensiun. Tahukah anda? Kebanyakan para PNS memulai bisnisnya justru saat pensiun telah tiba. Justu langkah ini salah besar, berikut ini alasannya; 

Dalam Bisnis, Trial Error Pasti Terjadi 

Tidak ada dalam kamus bisnis saat kita menjalankan bisnis, bisnis itu langsung melejit dan berkembang tanpa hambatan sedikitpun. Fakta dilapangan, bisnis yang sukses pasti akan mengalami kegagalan beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar berjalan dan bertahan.  Jadi, saat kita memulai bisnis saat masa pensiun sudah dekat atau bahkan pensiun sudah tiba, dikhawatirkan kita akan sibuk oleh trial error ini.
Mengapa kita tidak boleh disibukkan dengan trial error? Karena semakin tua pasti daya kerja otak akan menurun, tidak seperti masih muda. Pasti capeknya, dan ketahanan psikologis menghadapi kegagalan juga akan menurun khan? Apalagi kalau kita sudah mulai sakit-sakitan, tambah susah melangkah khan?

Masa Muda adalah Masa Keemasan Bagi Pebisnis

Coba anda lihat para pebisnis yang sukses. Rata-rata mereka sudah merintis segalanya sejak masih muda. Masa muda adalah sebuah masa dimana segala bagian tubuh kita bisa benar-benar berfungsi maksimal. Kita juga mudah mencari relasi dan berinovasi dengan cepat. Bagaimana jika baru memulai bisnis pada masa tua? Akan terasa sulit khan?
Dari alasan diatas, semoga ada pencerahan buat teman-teman PNS yang ingin menikmati masa pensiun dengan menjadi pebisnis. Mulailah selagi kita masih muda, seperti yang dilakukan klien saya tersebut. Dia berjuang saat masih muda dalam membangun bisnisnya. Bahkan saat teman-teman kantornya sudah pulang dan istirahat di rumah, dia masih belum pulang mengurus bisnisnya. Tapi kini setelah dia tua dan menjadi pensiunan, dia tinggal menikmati hasil dari apa yang dulu dibangunnya.
Buat teman-teman PNS; carilah bisnis yang mudah dikelola tanpa banyak campur tangan kita MULAI SEKARANG. Jangan tunda kesempatan yang ada mumpung segalanya masih terasa mudah dan ringan. Jangan takut dengan resiko dan ketidaknyamanan karena harus merangkap sebagai pebisnis saat kita seharusnya sibuk sebagai pegawai.
Yakinkan dalam diri; walau tersiksa diawal perjuangan, pasti anda akan tersenyum BANGGA saat pensiun telah tiba nanti. Pasti anda akan tersenyum BANGGA karena bisa tenang menikmati hari tua dengan status sebagai seorang…PENGUSAHA.
Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa minggu depan di artikel yang baru ya…..

Sumber: http://motivasi.petamalang.com/kesalahan-fatal-memulai-bisnis-untuk-masa-pensiun
Ilustrasi : http://outright.com
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Wednesday, November 13, 2013

Cara Berniaga Seperti Rasul

0

PERNIAGAAN adalah perkara yang penting dalam Islam, malah menjadi satu terminologi yang sering disebut dalam al-Quran, contohnya:

"Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan tetap mendirikan solat serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka secara sembunyi atau secara terang-terangan, mereka mengharapkan sejenis perniagaan yang tidak akan rugi(35:29)"

"Wahai orang-orang yang beriman. Mahukah Aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya? Yakni kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta kamu berjuang membela dan menegakkan ugama Allah dengan harta benda dan diri kamu, yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui (61:10-11)"

Kenapa Allah menyebut perniagaan dan bukan pekerjaan? Karena perniagaan itu adalah sesuatu yang menguntungkan dan memerlukan usaha kita sendiri. Dan bias juga merugikan sekiranya tidak dijalankan dengan betul.

Dan Rasulullah sering dianggap miskin. Tidak, Rasul adalah seorang yang kaya. Cuma hidup yang dijalaninya tidak seperti orang-orang kaya. Lihatlah ketika Rasul berjuang, contohnya berperang. Baju perang, pedang Rasul adalah dari yang terbaik, kuda-kudanya adalah dari jenis yang terbaik. Makna kata seluruh harta Rasul  digunakan untuk memperjuangkan Islam, bukan membuncitkan perut sendiri. Malah Rasulullah pernah mengikat batu-batu ke perutnya untuk menahan lapar.

Rasulullah pernah bersabda tentang pemilikan harta:
"Harta itu merupakan kekayaan terpuji tetapi hanya bagi orang yang soleh, kerana orang yang soleh akan menggunakan hartanya secara bijaksana, tidak dikotori rasa angkuh yang menghilangkan keberkatan dari Allah."
Nah, bagaimana Rasul berniaga?

Tidak Pernah Berdebat

Rasulullah ketika berniaga, tidak pernah menyakiti hati peniaga lain. Hal ini diakui oleh mereka yang pernah berurusan dengan Rasul SAW sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Dalam satu peristiwa, seorang peniaga bernama Saib bin Ali Saib datang menemui Rasulullah SAW. Melihat Saib datang, Rasulullah berkata, "Mari, mari. Selamat datang saudara saya, dan rekan niaga saya yang tidak pernah bertengkar," kata Rasulullah. Saib membalas dengan berkata, "Kita tidak pernah bertengkar sebab tuan peniaga yang sentiasa lurus dan tepat dengan perkiraan."

Teknik Menjual Yang Unik

Mengikut riwayat, Nabi menjual barang-barang tidak seperti yang dilakukan oleh kebanyakan peniaga atau saudagar lainnya ketika itu. Baik peniaga Arab atau pun bukan Arab. Biasanya para peniaga menjual barang-barang dagangan mereka dengan meletakkan harga yang setinggi mungkin. Tetapi Nabi menjualnya dengan cara memberitahu harga pokok dan meminta para pelanggan atau pembeli membayar berapa harga yang mereka kehendaki.

Dengan cara ini pembeli merasa puas dan senang hati karena mereka merasa tidak tertipu oleh peniaga. Lalu mereka membeli dengan larisnya sehingga barang-barang Nabi paling laku dan cepat habis dibandingkan rekan-rekan Rasul yang lain. Selain itu Nabi juga mengambil sikap menjual dengan harga modalnya saja apabila si pembelinya seorang yang benar-benar miskin tetapi memerlukan kepada barang itu. Rasul amat penuh rasa dan pengasihan belas kepada sesamanya. Manakah ada manusia yang menjual barang-barang dagangannya dengan harga modalnya saja selain Rasul?

Senantiasa Tersenyum

Satu lagi daya penarik yang luar biasa yang telah menarik para pembeli untuk mendekati barang-barang Nabi ialah sikap dan wajah Rasul  selama berjualan itu. Selaku seorang insan yang oleh Allah berwajah menawan dan gemar melemparkan senyuman kepada orang, maka Nabi menggunakan kelebihan itu. Walaupun tutur kata tidak seberapa, tetapi para pelanggan tetap menyukai orang yang berwajah manis dan selalu memberi senyuman kepada orang.

Jujur

Rasul  bersabda, "Peniaga yang dapat dipercayai dan beramanah, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercayai dan orang-orang yang mati syahid," (Riwayat Al-Imam At-Tarmizi). Dalam konteks ini, kejujuran ditekankan kerana kejujuran merupakan elemen terpenting dalam perniagaan. Ketika kita berbincang mengenai perniagaan seorang Muslim, kita sebenarnya sedang membincangkan satu konsep perniagaan yang membangun hubungan kepercayaan di antara peniaga dan pelanggan, dan hal ini tidak bisa dicapai dengan adanya dusta dan penipuan.

Pada suatu hari, Rasulullah berjalan-jalan di kawasan pasar bandar Madinah. Rasul  lalu menemui seorang peniaga yang menjual buah-buahan. Rasulullah memeriksa buah-buahan itu dengan memasukkan tangannya ke dalam satu buah-buahan itu. Kemudian Rasulullah menarik tangannya keluar dan menunjukkan jarinya yang basah kepada peniaga itu. "Apa ini saudara?" tanya Rasulullah. "Terkena hujan, tuan," kata peniaga itu. "Mengapa saudara tidak letakkan buah-buahan yang basah itu di sebelah atas supaya orang dapat melihatnya?" kata Rasulullah. Kemudian Rasul  berkata lagi, "Barang siapa menipu, dia bukan pengikutku."

Tidak Bersumpah Palsu

Dengan tegas, Rasulullah SAW mengecam amalan perdagangan yang dipenuhi tipu daya. Apalagi sampai bersumpah palsu, mengandungi unsur riba atau berbisnis di pasar gelap. Sebab, model bisnis seperti itu tak hanya merugikan orang lain, tapi juga membuat perniagaan yang dijalankan tidak lancar. Hal itu sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, "Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual-beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang) akan dihapuskan keberkahan jual-beli mereka." (HR. Muslim) Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat untuk tidak melakukan sumpah, karena hanya akan mengakibatkan hilangnya berkah.

Lemah Lembut

Rasulullah SAW senantiasa mengamalkan sikap baik hati dan lemah lembut ketika menjalankan perniagaan. Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Allah SWT memberikah rahmat kepada orang yang berbuat baik ketika ia berjualan, ketika ia membeli dan ketika ia membuat tuntutan."

Fasih Tutur Kata

Rasulullah SAW merupakan seorang yang mempunyai kefasihan dalam tutur katanya. Tutur katanya lembut, lunak didengar, tidak pernah berbohong dan senantiasa jujur. Oleh itu, tidak heran ketika mengatur perniagaan harta Khadijah, Rasul  memperoleh keuntungan yang banyak. Terdapat sebuah hadis yang menceritakan kefasihan Rasul  yang telah diriwayatkan oleh Al-Tarmizi dari Syaidatina Aishah: "Adalah Rasulullah berkata-kata dengan perkataan yang terang serta jelas lagi tegas, dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya (duduk bersama Rasul )

Sumber:
  1. http://www.islampos.com/cara-berniaga-seperti-rasul-1-86600/
  2. http://www.islampos.com/cara-berniaga-seperti-rasul-2-habis-86681/
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Tuesday, November 12, 2013

Tanpa Ijasah, Rezeki Tetap Berlimpah

0

IRSHAD kesal, sudah habis uangnya untuk biaya wisuda kampusnya, lelaki kelahiran Jakarta itu masih harus mengeluarkan uang sebesar Rp 500 ribu rupiah untuk menebus ijazahnya. Padahal untuk wisuda saja dia harus mengeluarkan biaya Rp 2,5 Juta.

Rasa tidak enak sebagai seorang anak, membuatnya tak tega untuk menambah beban orangtuanya. Iapun memilih untuk tidak meminta uang lagi ke orangtua untuk menebus ijazah tersebut. Sejak saat itu, iapun melanjutkan hidup tanpa mengambil ijazah sarjana desain dari sebuah universitas terkemuka di Jakarta. Itulah sekelumit kisah Irshad Abdassah Noor.

“Saat itu dibenak saya, rejeki saja bukan dari ijazah kok,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Senin (23/09/2013).

Keinginan untuk menjadi lelaki mandiri memang sudah ada sejak duduk di bangku sekolah. Buku-buku orang-orang sukses seperti Bob Sadino, Ciputra, Robert Kawasaki dan tokoh-tokoh wirausaha dilahapnya sejak lama.

Ditambah pelajaran dari sekelilingnya. Ia melihat banyak orang sukses justru tidak sesuai gelar kuliahnya. Banyak dokter jadi musisi, akuntan jadi desain grafis dan sebagainya. Sebelum ia luluspun, ia telah merintis usaha fotografinya sendiri bernama Abdassah Studio.

Sambil kuliah, ia menerima pesanan-pesanan foto pernikahan hingga hal-hal berbau desain grafis.

“Sampai seminggu sebelum sidang kelulusan itu saya tidak sempat belajar karena ada kerjaan foto pernikahan di Lampung,” jelas Irshad mengenang.

Menikahi Gadis LDK

Lelaki yang juga aktif di Lembaga Dakwah Kampus di tempat kuliahnya inipun beranikan diri untuk menikah. Bermodal yakin, ia melamar seorang gadis Bukit Tinggi bernama Kumala Shary.

Atas kehendak Allah Subhanahu Wata’ala, gadis itupun menerima lamarannya. Ia mulai bahtera rumah tangganya pada 26 Desember 2010, kurang lebih setahun sejak ia lulus kuliah.

“Saat aktif di LDK, saya kenal Irshad sebagai sosok yang visioner dan pekerja keras,” cerita Kumala mengenang kembali sosok suaminya ketika belum menikah.

Kumala bercerita, dalam perjalanan pernikahan mereka tidaklah semulus yang dibayangkan orang. Perbedaan pendapat antara mereka dan orangtua sering menjadi beban tersendiri. Terlebih memang orangtua mereka ingin mereka bekerja di kantor dengan penghasilan tetap.

Tapi, Kumala yakin keteguhan dan ketekunan sang suami dalam berikhtiar memiliki keberkahannya sendiri.

Kerja keras sang suami mengembangkan bisnis fotografi dan desain grafis ditemaninya dengan sabar. Ibu satu anak inipun rela mengundurkan diri sebagai seorang guru di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu di Bekasi. Ia ingin fokus mendidik sang anak ketika sang suami bekerja menembus waktu demi keluarga.

“Orangtua memang sering khawatir dengan pendapatan keluarga, tapi kami coba jelaskan dan memberikan pembuktian,” jelas Kumala sambil tersenyum mengingat sikap suaminya yang tidak mau mengambil Ijazah kuliahnya hingga hari ini.

“Saya memang tidak memiliki rasa takut, saya yakin ngak mungkin saya ngak makan karena saya menikah,” Irshad menyela dengan nada menyakinkan.

Bukti Janji Allah

Apa yang diyakini Irshad tentang keberkahan dari Allah itu berbuah banyak kisah. Keberanian dan kenyakinannya perlahan – lahan membuahkan hasil. Ditemani dengan perencanaan dan budaya hidup hemat dan rajin menabung, usahanya berkembang.

Sebuah kisah menarik diceritakannya kepada hidayatullah.com. Suatu ketika uang pegangannya tinggal Rp 500 Ribu. Pada saat yang sama sang Ibu hendak meminjam uang untuk keperluan keluarga. Tanpa berpikir panjang, iapun meminjamkan uang pegangannya itu kepada sang Ibu.

“Masya Allah, sejam kemudian ada yang telepon kasih order foto dengan harga sepuluh kali lipat,” jelas Irshad.

“Jujur, saat –saat seperti sering bikin gue menangis di hadapan Allah,” tambahnya.

Kumala sendiri tidak mau melogikakan cara berpikir suaminya. Ia hanya bisa terus berdoa dan menemani cita-cita sang suami sembari ikut mencoba buka usaha.

“Biasanya sebagian ditabung sebagian lagi di putar dengan usaha lain,” jelas Kumala yang juga merintis usaha rendang dan nugget ini.

Sebagai sepasang suami istri, mereka berdua kompak membangun jiwa wirausaha dengan caranya masing-masing.

Saat ini penghasilan Irshad rata-rata paling minim 2,5 Juta.  Jika sedang sedang ramai order bisa sampai 21 Juta perbulan. Sang istri mengatur keuangan suaminya dengan baik. Sebagian ditabung, sebagian untuk investasi usaha lain.

“Ya nggak mungkin uang dua puluh satu juga kita habisin sebulan, sebagian ditabung untuk siap-siap jika suatu saat sepi order,” jelas Irshad.

“Sebagian kita pakai untuk investasi usaha lain, kita juga ada usaha bisnis rendang dan nugget,” tambah Kumala.

Menurut Irshad dan Kumala, semua yang ia jalani selama ini, kuncinya adalah perencanaan, konsisten, fokus dan yakin pada Allah

Jika mengenang kisah saat kuliah hingga hari ini, Irshad sering terdiam sejenak. Seperti orang yang menahan haru.

Sambil mengambil nafas, ia mengenang betapa dahulu hidupnya begitu susah. Saat belum mampu beli computer, ia biasa menginap di sekretariat LDK. Menunggu aktivis kampus pulang lalu ia izin menggunakan.

Hingga subuh ia memanfaatkan waktu tersebut mengerjakan pesanan-pesanan foto dan desain grafis. Usai subuh jika ada waktu kuliah maka ia lanjut masuk kelas. Kurang tidur, mengantuk, kerja keras dan membiasakan diri disiplin dengan program kehidupan yang ia siapkan bagi dirinya adalah proses yang terus dikenangnya.

“Kalau kita bicara kebutuhan ekonomi pasti tidak akan pernah ideal, manusia tidak akan pernah ada puasnya,” jelas irshad.

“Itu kenapa gue ngak mau ambil ijazah gue sampai sekarang, dan terbukti rejeki gue Allah yang atur,” tambah murah senyum ini lagi.

Irshad berharap, setiap manusia tidak sombong dengan posisi karirnya. Tidak juga rendah diri karena tidak memiliki kesempatan kuliah. Ini karena, berulang kali ia menjelaskan kemuliaan kita ditentukan Allah begitupun dengan rejeki kita.

“Kuliah bisa dimana saja apalagi ini zaman internet, tapi sekarang yang dibutuhkan dunia pekerjaan bukan ijazah tapi skill (keahlian), portfolio bukan ijazah,” jelasnya.

Dari skill menurutnya, akan lahir kepercayaan orang pada diri kita.

“Kepercayaan adalah amanah. Seperti juga kepercayaan Allah pada hambaNya. Allah suruh kita yakin pada kebesaranNya, Allah suruh kita hidup mengandalkan kekuatanNya.”

Apapun capaian dari target kehidupan yang didapatnya, ia berusaha rendah hati, tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain. Karena menurutnya, kecukupan yang dimilikinya juga bagian dari keberkahan dari Allah.

“Bahkan bisa jadi cobaan dari Allah, gue orang yang bersyukur atau tidak?” tambahnya.

Kesuksesan yang diraihnya tidak membuat dirinya sombong. Kesuksesan yang diraihnya justru membuat dia semakin banyak mengukur diri. Menciptakan target-target baru. Lebih utama dari itu, ia mengajak banyak orang  untuk optimis dengan kemandirian hidup.

Sekali lagi katanya, jangan rendah diri karena kita tidak memiliki kesempatan untuk kuliah, karena rejeki kita hadir karena Allah bukan karena ijazah kuliah, ujarnya.*

Sumber: http://www.hidayatullah.com/read/2013/09/29/6586/kisah-sukses-mahasiswa-yang-tak-sempat-ambil-ijazah-sarjananya.html

Friday, November 8, 2013

Elang dan Kalkun

0

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.

Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.

Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.

Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”

Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…

Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”.
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.
Suka dengan artikel seperti ini?
Gabung di milis TDA Balikpapan dengan kirim email kosong ke
tda-balikpapan-subscribe@yahoogroups.com

Saturday, September 28, 2013

Sharing Event: Bersama Wahyu Liz ADAIDEAJA Sundoro

0

Siapa yang belum kenal dengan Kangmas Wahyu Liz Sundoro? Silakan saja langsung googling nama beliau dijamin pasti langsung kesengsem dengan keunikan dan ramah tamahnya. :)

Malam Minggu 28 September 2013, TDA Balikpapan mendapat kehormatan untuk mendengarkan siraman motivasi dan kisah sukesnya menjalani binis kreatif olah kata. Mulai dari memiliki ide dan cari pinjaman modal, hingga kini memiliki ribuan agen tersebar di Indonesia dan manca negara.
"Sisi kreatif yang paling perlu diingat adalah mulailah dengan apapun yang kita miliki. Cari caranya dan coba. Jangan jadikan hambatan tentang apa-apa yang tidak kita punya. Disitulah sebenarnya kita dituntut untuk kreatif." tuturnya.

Sosok pengidap "Humor Ganas" ini mengisahkan pula tentang branding bisnisnya menggunakan media sosial seperti blog, Twitter dan Facebook. Menurutnya, twitter dan facebook lebih cocok untuk membangun brand. Bukan untuk menawarkan produk. "Biarkan orang mengenal siapa kita. Kalau memang -brand- kita menarik, pasti mereka akan mencari informasi sendiri" tukasnya. Menurutnya, metode yang demikian itu adalah yang paling baik buat bisnis kita.

SEO baginya bukanlah hal terlalu diambil pusing. "Rajin-rajin update blog aja. Algoritma google gak usah terlalu dipikirkan. Itu biar diurusi google sendiri" kata emperpreneur yang saat ini mengelola 16 blog aktif. Kepanjangan SEO menurutnya adalah Supaya Entuk Orderan (Agar Dapat Orderan).

Demikian kira-kira sekelumit materi yang beliau sampaikan dalam kesempatan sharing event itu. Pesan kami untuk Mas Wahyu, Selamat datang di Kota Minyak Balikpapan. Terima kasih telah sudi berbagi ilmu, semoga menjadi berkah untuk kita semua. Aamiin.





-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Wednesday, July 31, 2013

Empat Tipe Orang yang Tidak Cocok Menjadi Pengusaha

0
Ingin bekerja sendiri atau membuka usaha? Meskipun berwirausaha memiliki banyak keistimewaan, seperti tidak punya bos dan bebas bekerja pada bidang yang Anda sukai, ada beberapa orang yang merasa lebih baik bekerja untuk orang lain. Berikut ciri-cirinya:

1 Orang yang tidak suka mengambil risiko. Berwirausaha memiliki risiko yang bisa dikendalikan dengan membuat kalkulasi matang, tapi tentu saja selalu ada bahaya kegagalan. Takut gagal bisa merusak usaha baru tersebut. “Orang yang takut mengambil risiko akan lumpuh oleh tekanan berita sehari-hari tentang apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah bisnis,” tutur Scott Gerber, pendiri Young Entrepreneur Council.

2. Orang yang menyukai gaya hidupnya.

Para pemilik bisnis kecil yang cerdas tahu bahwa penghematan pengeluaran mungkin diperlukan, terutama pada awal usaha. “Waktu, uang, dan sumber penghasilan harus disesuaikan dengan gaya hidup dan bisnis Anda,” tutur Gerber. Contoh berkurangnya penghasilan bisa disesuaikan dengan pindah ke apartemen yang lebih kecil, menunda memiliki anak atau sesuatu yang sederhana seperti memasak makanan sendiri daripada makan di luar. Jika Anda tidak ingin memberikan pengorbanan, berwirausaha akan menimbulkan banyak kesulitan.
  
3. Orang yang membutuhkan gaji setiap dua pekan.
Orang yang tidak mampu hidup tanpa pendapatan pasti mungkin tidak berkembang sebagai pengusaha. “Mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan gaji pertama Anda,” dan itu jika Anda beruntung, tutur Gerber. Dan Bahkan jika Anda benar-benar mendapat gaji, gaji itu akan datang dalam jumlah besar. “Anda bisa mendapatkan penghasilan tahunan Anda dalam dua bulan dan harus menggunakan pencairan gaji untuk mempertahankan kebutuhan bulanan.

4. Orang yang menikmati disuruh-suruh.
Beberapa karyawan hebat sangat tidak cocok menjadi pengusaha. Satu contoh utama adalah orang-orang yang bisa melaksanakan visi orang lain dengan sempurna, tapi tidak bisa mewujudkan ide sendiri. “Bahkan para pendiri yang introvert harus mampu mengatur arah perusahaan, mengembangkan strategi dan mendelegasikan tanggung jawab kepada karyawan atau kontraktor,” tutur Gerber.

Apakah Anda termasuk salah satu dari empat tipe orang di atas?

Sumber: http://id.she.yahoo.com/empat-tipe-orang-yang-tidak-cocok-menjadi-pengusaha-080647690.html
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Thursday, May 30, 2013

Habibie Afsyah:Kelemahanku adalah kelebihanku

0
Hidup bukan hanya sekedar tulisan. Dimana kamu dapat dengan mudah mengganti kertas yang tidak sengaja terobek karena penamu yang terlalu tajam. Hidupmu bukanlah kertas.
Kamu harus tetap melanjutkan sisa tulisanmu di kertas yang robek hingga selesai dengan lebih berhati-hati. Biarlah robekan yang ada tetap merusak beberapa baris kata saja di awal paragraf hidupmu.

“Ma, jari tangan kanan tolong agak ke kiri sedikit,” ungkap Habibie Afsyah. Sang ibu, Endang Setyati melakukan apa yang diinginkan putra bungsunya. Belum sampai lima menit, ia meminta sang ibu mendorong kursi roda kedepan. Di pangkuannya, sebuah bantal diletakkan. Jari-jarinya diletakkan di atas keyboard komputer. Tangan kirinya aktif menggunakan mouse untuk melakukan aktivitas di depan komputer. Jangan bayangkan ia hanya menggunakan komputer saja. Sebuah komputer 32 inchi terpasang di bagian atas. Di bawahnya, terdapat lima layar komputer berukuran 17 inchi. Semua itu dinyalakan sekaligus. “Tapi harus ada musik karena saya tak bisa kerja tanpa musik,” katanya.

Habibie adalah sosok internet marketer yang difabel. Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini menderita Muscular Dytrophy tipe Becker. Suatu mutasi spontan di gen systropin pada kromosom XP21. Penyakit yang secara perlahan membuat otot-ototnya menjadi semakin melemah dan fisi
knya menjadi tak berdaya. Ia bahkan divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 24 tahun. Namun berkat dorongan dari dalam diri serta keluarganya, ia pun bangkit.

Alkisah, Habibie terlahir normal seperti bayi lainnya. Namun pada usia sembilan bulan, Endang menyadari ada yang lain pada diri buah hatinya itu. Habibie pun menjalani berbagai ritual yang tak mengenakkan bahkan menyakitkan. “Dulu pas masih kecil, saya hanya bisa menangis saja,” katanya kepada GATRA. Ia dimasukkan di dalam kotak yang ternyata membuat satu bagian tulangnya terlepas. Ini pun baru diketahui setelah melalui pemeriksaan dokter.

Dari sinilah, Habibie pun berhenti di terapi namun di optimalisasi potensi yang ada dalam dirinya. Diskriminasi bahkan olokan sering diterimanya. Sejak ia masih TK YPAC. Ia lantas dipindahkan di TK Lab Setia Budi. Saat duduk di sekolah dasar ia pun sempat berpindah sekolah pada kelas 3. “Banyak teman yang mengolokku,” katanya lagi. Ia berhasil lulus dari SMA Yayasan Sunda Kelapa pada tahun 2006.

Satu pertanyaan pun menggangu pikirannya. “Apa yang akan saya lakukan selepas SMA,” katanya. Namun pertanyaan itu terlintas begitu saja seiring kegemarannya pada permainan game online. “Dari bangun tidur hingga tidur lagi, saya hanya bermain game,” katanya. Akibatnya, biaya internet di rumahnya melonjak hingga Rp 1,3 juta per bulan.

“Saya bilang saya bisa cari uang sendiri,” kata Habibie kepada ibunya. Dan, ketika melihat kegilaan Habibie kepada dunia internet begitu menggila, ia pun mendaftarkan Habibie untuk mengikuti pelatihan internet marketing dengan biaya Rp 5 juta selama dua hari. “Namun saya nggak ngerti apa-apa,” katanya. Namun sang ibu berkeras agar Habibie mengikuti kelas advanced walaupun harus menjual mobil untuk membiayai kursus itu sebesar Rp 15 juta. “Saya merasa buang-buang uang,” katanya.

Toh, itu semua menjadi bekal pada kehidupannya kelas. Selepas kursus, ia mengembangkan bisnis pemasaran dengan membuat website. Padahal itu tak mudah. Namun, ia berhasil melakukannya.

Lihat saja website rumah101.com yang awalnya ia buat gratis agar orang tertarik untuk memasang penjualan rumah di dirinya. Namun kini, pemasang iklan harus membayar Rp 100.000 untuk sekali pasang, selamanya. Habibie juga memberikan layanan jasa SEO (search engine optimisation). Caranya, dengan mengoptimalisasikan mesin pencari untuk membantu meningkatkan kualitas website di search engine Google. Konsumennya tentu semakin mendapat keuntungan. Ia juga mengembangkan website www.ponsel-quran.com.

Kini, perjuangannya membuahkan hasil. Ia kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar. Sebagai motivator di Lapas Anak Tangerang dalam HUT Kemerdekaan RI Agustus 2008. Mulai sebagai Pembicara di seminar Internet Marketing Laga Einvenst UI 2008, Pembicara Edu-Preneur di Univ. Pendidikan Indonesia Negeri - UPI Bandung 2009 dan sebagainnya.

Ia pun dapat meraup untung hingga Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan. Hasil dana yang ia peroleh membuat ia tak menikmati sendiri. Ia kerap datang ke berbagai panti agar menularkan ilmu dan memberikan semangat bagi penyandang difabel lainnya. Walaupun kini, ia mengaku penjualannya agak menurun, namun ia tak pernah berputus asa. 

Sumber: http://www.gatra.com/kolom-wawancara/18932-habibie-afsyah-dulu-saya-hanya-bisa-menangis-saja.html
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.
Suka dengan artikel seperti ini?
Gabung di milis TDA Balikpapan dengan kirim email kosong ke
tda-balikpapan-subscribe@yahoogroups.com

Copyright © 2011 TDA Balikpapan | Didukung oleh Web Hosting Balikpapan
Designed by Templateism