Saturday, September 28, 2013

Filled Under:

Sharing Event: Bersama Wahyu Liz ADAIDEAJA Sundoro


Siapa yang belum kenal dengan Kangmas Wahyu Liz Sundoro? Silakan saja langsung googling nama beliau dijamin pasti langsung kesengsem dengan keunikan dan ramah tamahnya. :)

Malam Minggu 28 September 2013, TDA Balikpapan mendapat kehormatan untuk mendengarkan siraman motivasi dan kisah sukesnya menjalani binis kreatif olah kata. Mulai dari memiliki ide dan cari pinjaman modal, hingga kini memiliki ribuan agen tersebar di Indonesia dan manca negara.
"Sisi kreatif yang paling perlu diingat adalah mulailah dengan apapun yang kita miliki. Cari caranya dan coba. Jangan jadikan hambatan tentang apa-apa yang tidak kita punya. Disitulah sebenarnya kita dituntut untuk kreatif." tuturnya.

Sosok pengidap "Humor Ganas" ini mengisahkan pula tentang branding bisnisnya menggunakan media sosial seperti blog, Twitter dan Facebook. Menurutnya, twitter dan facebook lebih cocok untuk membangun brand. Bukan untuk menawarkan produk. "Biarkan orang mengenal siapa kita. Kalau memang -brand- kita menarik, pasti mereka akan mencari informasi sendiri" tukasnya. Menurutnya, metode yang demikian itu adalah yang paling baik buat bisnis kita.

SEO baginya bukanlah hal terlalu diambil pusing. "Rajin-rajin update blog aja. Algoritma google gak usah terlalu dipikirkan. Itu biar diurusi google sendiri" kata emperpreneur yang saat ini mengelola 16 blog aktif. Kepanjangan SEO menurutnya adalah Supaya Entuk Orderan (Agar Dapat Orderan).

Demikian kira-kira sekelumit materi yang beliau sampaikan dalam kesempatan sharing event itu. Pesan kami untuk Mas Wahyu, Selamat datang di Kota Minyak Balikpapan. Terima kasih telah sudi berbagi ilmu, semoga menjadi berkah untuk kita semua. Aamiin.





-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2011 TDA Balikpapan | Didukung oleh Web Hosting Balikpapan
Designed by Templateism