Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, October 16, 2014

Selamat, Anda Menjadi Lebih Kaya tanpa Menambah Pekerjaan

0
 

Suatu hari, seorang teman bertanya kepada saya, “Ryan menurut kamu, bila kamu membutuhkan uang seribu rupiah, lebih mudah mencari seribu rupiah atau berhemat seribu rupiah?”

Karena saya termasuk dalam kategori orang hemat (ini menurut teman-teman saya, sampai-sampai saya dijuluki Gober Bebek Muda), dengan cepat saya menjawab, “Lebih mudah berhemat seribu rupiah.” Teman saya pun mengiyakan jawaban saya.

Ya, meskipun sama-sama bernilai seribu, sering kali banyak orang berpikir bahwa bila kita merasa kurang, cari saja uang yang lebih banyak. Pertanyaannya sangat mudah, lalu kapankah Anda akan merasa cukup?

Manusia dilahirkan menjadi makhluk yang tidak mudah puas. Dalam kehidupan, dikenal sebutan ‘hal yang dibutuhkan’. Namun bukan hanya itu, ada juga ‘hal yang diinginkan'. Sekilas kedua hal ini tampaknya sama, tapi sebenarnya mereka adalah saudara jauh.

Dalam hidup, setidaknya kita pasti membutuhkan hal mendasar, dan di sekolah dasar kita mengenalnya sebagai kebutuhan primer. Salah satu contoh kebutuhan primer yaitu makanan (pangan).

Namun bila ditanya, “Ingin makan apa?” jawabannya bisa seribu satu macam, dan tentunya juga seribu satu harga , padahal kebutuhannya cuma satu. Makan untuk tetap hidup, tetap sehat, dan bisa melanjutkan hari esok. Artinya, keinginan manusia terhadap pemenuhan kebutuhan bisa sangat berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Saya sangat puas dengan sepiring nasi dengan lauk tahu dan tempe, tapi ada orang lain yang kalau tidak makan tahu dan tempe dari restoran XYZ, tampaknya dia belum puas.

Seperti yang kita ketahui, meskipun sama-sama tahu tempe, tapi bila sudah masuk ke restoran, harganya pasti akan jauh lebih mahal. Kadang kita hanya terfokus untuk berusaha meningkatkan pendapatan agar bisa memenuhi keinginan, bukan kebutuhan. Alhasil, sebenarnya kita tidak bertambah kaya sama sekali, bahkan sebenarnya malah bertambah miskin!

Wah, bagaimana mungkin?

Begini sederhananya, masalah yang saya lihat dari teman-teman di sekitar saya yang bekerja adalah, mereka sangat membutuhkan pengakuan. Jadi, seiring dengan bertambahnya penghasilan atau meningkatnya jabatan , mereka perlu menunjukkan status jabatan dan penghasilannya, melalui penampilannya. Dan mereka membayar penampilan tersebut dengan harga yang jauh lebih mahal daripada kenaikan penghasilan dan jabatannya.

Jadi, bila hari ini kita merasa kekurangan, bisa saja sebenarnya Anda sudah cukup kaya. Anda hanya perlu melatih diri untuk mampu berhemat, bukan malah bekerja lebih keras untuk mencari uang. Uang adalah budak yang baik, tapi tuan yang amat buruk. Jadi, kita harus sangat berhati-hati dengannya.

Buatlah daftar pemasukan dan pengeluaran Anda. Mulailah melihat yang mana kebutuhan, dan mana yang keinginan. Gantilah keinginan Anda menjadi yang lebih murah, sesuatu yang dikenal dengan substitusi (penghematan), lalu hilangkanlah yang Anda anggap berbiaya besar (efisiensi) tapi tidak berdampak pada hidup Anda.

Selamat menjadi lebih kaya tanpa menambah pekerjaan dan penghasilan Anda. Hal ini sulit untuk dilakukan, namun ingatlah, kenikmatan sesaat biasanya akan membawa penderitaan jangka panjang.

Salam Investasi untuk Indonesia

-----------------------------------
Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Berusia 28 tahun, Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksadana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain: Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi dan Hidden Profit from The Stock Market. Di bulan Oktober Ryan Filbert menerbitkan 2 seri buku baru pada trading saham berjudul ‘Bandarmologi’ dan investasi pada properti ‘Rich Investor from Growth Property’.

Disalin dari: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/10/17/090000526/Selamat.Anda.Menjadi.Lebih.Kaya.tanpa.Menambah.Pekerjaan.
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.
Gabung dengan Komunitas TDA Balikpapan di aplikasi sosial Telegram untuk Android, iPhone atau desktop.

Saturday, January 11, 2014

Kesalahan Fatal Memulai Bisnis untuk Masa Pensiun

0

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang klien, seorang PNS yang kurang beberapa bulan lagi memasuki masa pensiun. Dari obrolan itulah saya mendapat sebuah pencerahan tentang waktu yang tepat berbisnis untuk masa pensiun.
Dari pembicaraan saya waktu itu, saya bisa menangkap sebuah pelajaran berarti buat para PNS yang ingin menyiapkan bisnis pada saat pensiun nanti. Tentang sebuah kenyataan yang selama ini salah kaprah diterapkan oleh para PNS yang ingin berbisnis saat pensiun.
Apa kesalahan fatal yang kebanyakan dilakukan para PNS? Kesalahan itu terletak pada KAPAN MEMULAI BERBISNIS untuk masa pensiun. Tahukah anda? Kebanyakan para PNS memulai bisnisnya justru saat pensiun telah tiba. Justu langkah ini salah besar, berikut ini alasannya; 

Dalam Bisnis, Trial Error Pasti Terjadi 

Tidak ada dalam kamus bisnis saat kita menjalankan bisnis, bisnis itu langsung melejit dan berkembang tanpa hambatan sedikitpun. Fakta dilapangan, bisnis yang sukses pasti akan mengalami kegagalan beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar berjalan dan bertahan.  Jadi, saat kita memulai bisnis saat masa pensiun sudah dekat atau bahkan pensiun sudah tiba, dikhawatirkan kita akan sibuk oleh trial error ini.
Mengapa kita tidak boleh disibukkan dengan trial error? Karena semakin tua pasti daya kerja otak akan menurun, tidak seperti masih muda. Pasti capeknya, dan ketahanan psikologis menghadapi kegagalan juga akan menurun khan? Apalagi kalau kita sudah mulai sakit-sakitan, tambah susah melangkah khan?

Masa Muda adalah Masa Keemasan Bagi Pebisnis

Coba anda lihat para pebisnis yang sukses. Rata-rata mereka sudah merintis segalanya sejak masih muda. Masa muda adalah sebuah masa dimana segala bagian tubuh kita bisa benar-benar berfungsi maksimal. Kita juga mudah mencari relasi dan berinovasi dengan cepat. Bagaimana jika baru memulai bisnis pada masa tua? Akan terasa sulit khan?
Dari alasan diatas, semoga ada pencerahan buat teman-teman PNS yang ingin menikmati masa pensiun dengan menjadi pebisnis. Mulailah selagi kita masih muda, seperti yang dilakukan klien saya tersebut. Dia berjuang saat masih muda dalam membangun bisnisnya. Bahkan saat teman-teman kantornya sudah pulang dan istirahat di rumah, dia masih belum pulang mengurus bisnisnya. Tapi kini setelah dia tua dan menjadi pensiunan, dia tinggal menikmati hasil dari apa yang dulu dibangunnya.
Buat teman-teman PNS; carilah bisnis yang mudah dikelola tanpa banyak campur tangan kita MULAI SEKARANG. Jangan tunda kesempatan yang ada mumpung segalanya masih terasa mudah dan ringan. Jangan takut dengan resiko dan ketidaknyamanan karena harus merangkap sebagai pebisnis saat kita seharusnya sibuk sebagai pegawai.
Yakinkan dalam diri; walau tersiksa diawal perjuangan, pasti anda akan tersenyum BANGGA saat pensiun telah tiba nanti. Pasti anda akan tersenyum BANGGA karena bisa tenang menikmati hari tua dengan status sebagai seorang…PENGUSAHA.
Semoga artikel ini bermanfaat, sampai jumpa minggu depan di artikel yang baru ya…..

Sumber: http://motivasi.petamalang.com/kesalahan-fatal-memulai-bisnis-untuk-masa-pensiun
Ilustrasi : http://outright.com
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Wednesday, November 13, 2013

Cara Berniaga Seperti Rasul

0

PERNIAGAAN adalah perkara yang penting dalam Islam, malah menjadi satu terminologi yang sering disebut dalam al-Quran, contohnya:

"Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan tetap mendirikan solat serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka secara sembunyi atau secara terang-terangan, mereka mengharapkan sejenis perniagaan yang tidak akan rugi(35:29)"

"Wahai orang-orang yang beriman. Mahukah Aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya? Yakni kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta kamu berjuang membela dan menegakkan ugama Allah dengan harta benda dan diri kamu, yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui (61:10-11)"

Kenapa Allah menyebut perniagaan dan bukan pekerjaan? Karena perniagaan itu adalah sesuatu yang menguntungkan dan memerlukan usaha kita sendiri. Dan bias juga merugikan sekiranya tidak dijalankan dengan betul.

Dan Rasulullah sering dianggap miskin. Tidak, Rasul adalah seorang yang kaya. Cuma hidup yang dijalaninya tidak seperti orang-orang kaya. Lihatlah ketika Rasul berjuang, contohnya berperang. Baju perang, pedang Rasul adalah dari yang terbaik, kuda-kudanya adalah dari jenis yang terbaik. Makna kata seluruh harta Rasul  digunakan untuk memperjuangkan Islam, bukan membuncitkan perut sendiri. Malah Rasulullah pernah mengikat batu-batu ke perutnya untuk menahan lapar.

Rasulullah pernah bersabda tentang pemilikan harta:
"Harta itu merupakan kekayaan terpuji tetapi hanya bagi orang yang soleh, kerana orang yang soleh akan menggunakan hartanya secara bijaksana, tidak dikotori rasa angkuh yang menghilangkan keberkatan dari Allah."
Nah, bagaimana Rasul berniaga?

Tidak Pernah Berdebat

Rasulullah ketika berniaga, tidak pernah menyakiti hati peniaga lain. Hal ini diakui oleh mereka yang pernah berurusan dengan Rasul SAW sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Dalam satu peristiwa, seorang peniaga bernama Saib bin Ali Saib datang menemui Rasulullah SAW. Melihat Saib datang, Rasulullah berkata, "Mari, mari. Selamat datang saudara saya, dan rekan niaga saya yang tidak pernah bertengkar," kata Rasulullah. Saib membalas dengan berkata, "Kita tidak pernah bertengkar sebab tuan peniaga yang sentiasa lurus dan tepat dengan perkiraan."

Teknik Menjual Yang Unik

Mengikut riwayat, Nabi menjual barang-barang tidak seperti yang dilakukan oleh kebanyakan peniaga atau saudagar lainnya ketika itu. Baik peniaga Arab atau pun bukan Arab. Biasanya para peniaga menjual barang-barang dagangan mereka dengan meletakkan harga yang setinggi mungkin. Tetapi Nabi menjualnya dengan cara memberitahu harga pokok dan meminta para pelanggan atau pembeli membayar berapa harga yang mereka kehendaki.

Dengan cara ini pembeli merasa puas dan senang hati karena mereka merasa tidak tertipu oleh peniaga. Lalu mereka membeli dengan larisnya sehingga barang-barang Nabi paling laku dan cepat habis dibandingkan rekan-rekan Rasul yang lain. Selain itu Nabi juga mengambil sikap menjual dengan harga modalnya saja apabila si pembelinya seorang yang benar-benar miskin tetapi memerlukan kepada barang itu. Rasul amat penuh rasa dan pengasihan belas kepada sesamanya. Manakah ada manusia yang menjual barang-barang dagangannya dengan harga modalnya saja selain Rasul?

Senantiasa Tersenyum

Satu lagi daya penarik yang luar biasa yang telah menarik para pembeli untuk mendekati barang-barang Nabi ialah sikap dan wajah Rasul  selama berjualan itu. Selaku seorang insan yang oleh Allah berwajah menawan dan gemar melemparkan senyuman kepada orang, maka Nabi menggunakan kelebihan itu. Walaupun tutur kata tidak seberapa, tetapi para pelanggan tetap menyukai orang yang berwajah manis dan selalu memberi senyuman kepada orang.

Jujur

Rasul  bersabda, "Peniaga yang dapat dipercayai dan beramanah, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercayai dan orang-orang yang mati syahid," (Riwayat Al-Imam At-Tarmizi). Dalam konteks ini, kejujuran ditekankan kerana kejujuran merupakan elemen terpenting dalam perniagaan. Ketika kita berbincang mengenai perniagaan seorang Muslim, kita sebenarnya sedang membincangkan satu konsep perniagaan yang membangun hubungan kepercayaan di antara peniaga dan pelanggan, dan hal ini tidak bisa dicapai dengan adanya dusta dan penipuan.

Pada suatu hari, Rasulullah berjalan-jalan di kawasan pasar bandar Madinah. Rasul  lalu menemui seorang peniaga yang menjual buah-buahan. Rasulullah memeriksa buah-buahan itu dengan memasukkan tangannya ke dalam satu buah-buahan itu. Kemudian Rasulullah menarik tangannya keluar dan menunjukkan jarinya yang basah kepada peniaga itu. "Apa ini saudara?" tanya Rasulullah. "Terkena hujan, tuan," kata peniaga itu. "Mengapa saudara tidak letakkan buah-buahan yang basah itu di sebelah atas supaya orang dapat melihatnya?" kata Rasulullah. Kemudian Rasul  berkata lagi, "Barang siapa menipu, dia bukan pengikutku."

Tidak Bersumpah Palsu

Dengan tegas, Rasulullah SAW mengecam amalan perdagangan yang dipenuhi tipu daya. Apalagi sampai bersumpah palsu, mengandungi unsur riba atau berbisnis di pasar gelap. Sebab, model bisnis seperti itu tak hanya merugikan orang lain, tapi juga membuat perniagaan yang dijalankan tidak lancar. Hal itu sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, "Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual-beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang) akan dihapuskan keberkahan jual-beli mereka." (HR. Muslim) Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat untuk tidak melakukan sumpah, karena hanya akan mengakibatkan hilangnya berkah.

Lemah Lembut

Rasulullah SAW senantiasa mengamalkan sikap baik hati dan lemah lembut ketika menjalankan perniagaan. Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Allah SWT memberikah rahmat kepada orang yang berbuat baik ketika ia berjualan, ketika ia membeli dan ketika ia membuat tuntutan."

Fasih Tutur Kata

Rasulullah SAW merupakan seorang yang mempunyai kefasihan dalam tutur katanya. Tutur katanya lembut, lunak didengar, tidak pernah berbohong dan senantiasa jujur. Oleh itu, tidak heran ketika mengatur perniagaan harta Khadijah, Rasul  memperoleh keuntungan yang banyak. Terdapat sebuah hadis yang menceritakan kefasihan Rasul  yang telah diriwayatkan oleh Al-Tarmizi dari Syaidatina Aishah: "Adalah Rasulullah berkata-kata dengan perkataan yang terang serta jelas lagi tegas, dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya (duduk bersama Rasul )

Sumber:
  1. http://www.islampos.com/cara-berniaga-seperti-rasul-1-86600/
  2. http://www.islampos.com/cara-berniaga-seperti-rasul-2-habis-86681/
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Tuesday, November 12, 2013

Tanpa Ijasah, Rezeki Tetap Berlimpah

0

IRSHAD kesal, sudah habis uangnya untuk biaya wisuda kampusnya, lelaki kelahiran Jakarta itu masih harus mengeluarkan uang sebesar Rp 500 ribu rupiah untuk menebus ijazahnya. Padahal untuk wisuda saja dia harus mengeluarkan biaya Rp 2,5 Juta.

Rasa tidak enak sebagai seorang anak, membuatnya tak tega untuk menambah beban orangtuanya. Iapun memilih untuk tidak meminta uang lagi ke orangtua untuk menebus ijazah tersebut. Sejak saat itu, iapun melanjutkan hidup tanpa mengambil ijazah sarjana desain dari sebuah universitas terkemuka di Jakarta. Itulah sekelumit kisah Irshad Abdassah Noor.

“Saat itu dibenak saya, rejeki saja bukan dari ijazah kok,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Senin (23/09/2013).

Keinginan untuk menjadi lelaki mandiri memang sudah ada sejak duduk di bangku sekolah. Buku-buku orang-orang sukses seperti Bob Sadino, Ciputra, Robert Kawasaki dan tokoh-tokoh wirausaha dilahapnya sejak lama.

Ditambah pelajaran dari sekelilingnya. Ia melihat banyak orang sukses justru tidak sesuai gelar kuliahnya. Banyak dokter jadi musisi, akuntan jadi desain grafis dan sebagainya. Sebelum ia luluspun, ia telah merintis usaha fotografinya sendiri bernama Abdassah Studio.

Sambil kuliah, ia menerima pesanan-pesanan foto pernikahan hingga hal-hal berbau desain grafis.

“Sampai seminggu sebelum sidang kelulusan itu saya tidak sempat belajar karena ada kerjaan foto pernikahan di Lampung,” jelas Irshad mengenang.

Menikahi Gadis LDK

Lelaki yang juga aktif di Lembaga Dakwah Kampus di tempat kuliahnya inipun beranikan diri untuk menikah. Bermodal yakin, ia melamar seorang gadis Bukit Tinggi bernama Kumala Shary.

Atas kehendak Allah Subhanahu Wata’ala, gadis itupun menerima lamarannya. Ia mulai bahtera rumah tangganya pada 26 Desember 2010, kurang lebih setahun sejak ia lulus kuliah.

“Saat aktif di LDK, saya kenal Irshad sebagai sosok yang visioner dan pekerja keras,” cerita Kumala mengenang kembali sosok suaminya ketika belum menikah.

Kumala bercerita, dalam perjalanan pernikahan mereka tidaklah semulus yang dibayangkan orang. Perbedaan pendapat antara mereka dan orangtua sering menjadi beban tersendiri. Terlebih memang orangtua mereka ingin mereka bekerja di kantor dengan penghasilan tetap.

Tapi, Kumala yakin keteguhan dan ketekunan sang suami dalam berikhtiar memiliki keberkahannya sendiri.

Kerja keras sang suami mengembangkan bisnis fotografi dan desain grafis ditemaninya dengan sabar. Ibu satu anak inipun rela mengundurkan diri sebagai seorang guru di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu di Bekasi. Ia ingin fokus mendidik sang anak ketika sang suami bekerja menembus waktu demi keluarga.

“Orangtua memang sering khawatir dengan pendapatan keluarga, tapi kami coba jelaskan dan memberikan pembuktian,” jelas Kumala sambil tersenyum mengingat sikap suaminya yang tidak mau mengambil Ijazah kuliahnya hingga hari ini.

“Saya memang tidak memiliki rasa takut, saya yakin ngak mungkin saya ngak makan karena saya menikah,” Irshad menyela dengan nada menyakinkan.

Bukti Janji Allah

Apa yang diyakini Irshad tentang keberkahan dari Allah itu berbuah banyak kisah. Keberanian dan kenyakinannya perlahan – lahan membuahkan hasil. Ditemani dengan perencanaan dan budaya hidup hemat dan rajin menabung, usahanya berkembang.

Sebuah kisah menarik diceritakannya kepada hidayatullah.com. Suatu ketika uang pegangannya tinggal Rp 500 Ribu. Pada saat yang sama sang Ibu hendak meminjam uang untuk keperluan keluarga. Tanpa berpikir panjang, iapun meminjamkan uang pegangannya itu kepada sang Ibu.

“Masya Allah, sejam kemudian ada yang telepon kasih order foto dengan harga sepuluh kali lipat,” jelas Irshad.

“Jujur, saat –saat seperti sering bikin gue menangis di hadapan Allah,” tambahnya.

Kumala sendiri tidak mau melogikakan cara berpikir suaminya. Ia hanya bisa terus berdoa dan menemani cita-cita sang suami sembari ikut mencoba buka usaha.

“Biasanya sebagian ditabung sebagian lagi di putar dengan usaha lain,” jelas Kumala yang juga merintis usaha rendang dan nugget ini.

Sebagai sepasang suami istri, mereka berdua kompak membangun jiwa wirausaha dengan caranya masing-masing.

Saat ini penghasilan Irshad rata-rata paling minim 2,5 Juta.  Jika sedang sedang ramai order bisa sampai 21 Juta perbulan. Sang istri mengatur keuangan suaminya dengan baik. Sebagian ditabung, sebagian untuk investasi usaha lain.

“Ya nggak mungkin uang dua puluh satu juga kita habisin sebulan, sebagian ditabung untuk siap-siap jika suatu saat sepi order,” jelas Irshad.

“Sebagian kita pakai untuk investasi usaha lain, kita juga ada usaha bisnis rendang dan nugget,” tambah Kumala.

Menurut Irshad dan Kumala, semua yang ia jalani selama ini, kuncinya adalah perencanaan, konsisten, fokus dan yakin pada Allah

Jika mengenang kisah saat kuliah hingga hari ini, Irshad sering terdiam sejenak. Seperti orang yang menahan haru.

Sambil mengambil nafas, ia mengenang betapa dahulu hidupnya begitu susah. Saat belum mampu beli computer, ia biasa menginap di sekretariat LDK. Menunggu aktivis kampus pulang lalu ia izin menggunakan.

Hingga subuh ia memanfaatkan waktu tersebut mengerjakan pesanan-pesanan foto dan desain grafis. Usai subuh jika ada waktu kuliah maka ia lanjut masuk kelas. Kurang tidur, mengantuk, kerja keras dan membiasakan diri disiplin dengan program kehidupan yang ia siapkan bagi dirinya adalah proses yang terus dikenangnya.

“Kalau kita bicara kebutuhan ekonomi pasti tidak akan pernah ideal, manusia tidak akan pernah ada puasnya,” jelas irshad.

“Itu kenapa gue ngak mau ambil ijazah gue sampai sekarang, dan terbukti rejeki gue Allah yang atur,” tambah murah senyum ini lagi.

Irshad berharap, setiap manusia tidak sombong dengan posisi karirnya. Tidak juga rendah diri karena tidak memiliki kesempatan kuliah. Ini karena, berulang kali ia menjelaskan kemuliaan kita ditentukan Allah begitupun dengan rejeki kita.

“Kuliah bisa dimana saja apalagi ini zaman internet, tapi sekarang yang dibutuhkan dunia pekerjaan bukan ijazah tapi skill (keahlian), portfolio bukan ijazah,” jelasnya.

Dari skill menurutnya, akan lahir kepercayaan orang pada diri kita.

“Kepercayaan adalah amanah. Seperti juga kepercayaan Allah pada hambaNya. Allah suruh kita yakin pada kebesaranNya, Allah suruh kita hidup mengandalkan kekuatanNya.”

Apapun capaian dari target kehidupan yang didapatnya, ia berusaha rendah hati, tidak sombong dan tidak merendahkan orang lain. Karena menurutnya, kecukupan yang dimilikinya juga bagian dari keberkahan dari Allah.

“Bahkan bisa jadi cobaan dari Allah, gue orang yang bersyukur atau tidak?” tambahnya.

Kesuksesan yang diraihnya tidak membuat dirinya sombong. Kesuksesan yang diraihnya justru membuat dia semakin banyak mengukur diri. Menciptakan target-target baru. Lebih utama dari itu, ia mengajak banyak orang  untuk optimis dengan kemandirian hidup.

Sekali lagi katanya, jangan rendah diri karena kita tidak memiliki kesempatan untuk kuliah, karena rejeki kita hadir karena Allah bukan karena ijazah kuliah, ujarnya.*

Sumber: http://www.hidayatullah.com/read/2013/09/29/6586/kisah-sukses-mahasiswa-yang-tak-sempat-ambil-ijazah-sarjananya.html

Friday, November 8, 2013

Elang dan Kalkun

0

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas.

Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, “Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!”. Elang membalas, “Kedengarannya ide yang bagus”.

Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung,namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, “Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini”.

Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya, “Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?”. Sapi menjawab, “Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan”. Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani.

Sapi menjawab, “Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami sama sekali tidak perlu bekerja untuk makanan”. Kalkun tambah bingung, “Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?”. Sapi menjawab, “Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal.” Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, “Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup.”

Elang juga goyah dengan pengalaman ini, “Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa mbalan. Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik”.

Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana ke depannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanks giving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk pergi dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang.

Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. Akhirnya di Hari Thanks giving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Ketika anda menyerah pada tantangan hidup dalam pencarian keamanan, anda mungkin sedang menyerahkan kemerdekaan anda…Dan Anda akan menyesalinya setelah segalanya berlalu dan tidak ada KESEMPATAN lagi…

Seperti pepatah kuno “selalu ada keju gratis dalam perangkap tikus”.
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.
Suka dengan artikel seperti ini?
Gabung di milis TDA Balikpapan dengan kirim email kosong ke
tda-balikpapan-subscribe@yahoogroups.com

Wednesday, July 31, 2013

Empat Tipe Orang yang Tidak Cocok Menjadi Pengusaha

0
Ingin bekerja sendiri atau membuka usaha? Meskipun berwirausaha memiliki banyak keistimewaan, seperti tidak punya bos dan bebas bekerja pada bidang yang Anda sukai, ada beberapa orang yang merasa lebih baik bekerja untuk orang lain. Berikut ciri-cirinya:

1 Orang yang tidak suka mengambil risiko. Berwirausaha memiliki risiko yang bisa dikendalikan dengan membuat kalkulasi matang, tapi tentu saja selalu ada bahaya kegagalan. Takut gagal bisa merusak usaha baru tersebut. “Orang yang takut mengambil risiko akan lumpuh oleh tekanan berita sehari-hari tentang apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah bisnis,” tutur Scott Gerber, pendiri Young Entrepreneur Council.

2. Orang yang menyukai gaya hidupnya.

Para pemilik bisnis kecil yang cerdas tahu bahwa penghematan pengeluaran mungkin diperlukan, terutama pada awal usaha. “Waktu, uang, dan sumber penghasilan harus disesuaikan dengan gaya hidup dan bisnis Anda,” tutur Gerber. Contoh berkurangnya penghasilan bisa disesuaikan dengan pindah ke apartemen yang lebih kecil, menunda memiliki anak atau sesuatu yang sederhana seperti memasak makanan sendiri daripada makan di luar. Jika Anda tidak ingin memberikan pengorbanan, berwirausaha akan menimbulkan banyak kesulitan.
  
3. Orang yang membutuhkan gaji setiap dua pekan.
Orang yang tidak mampu hidup tanpa pendapatan pasti mungkin tidak berkembang sebagai pengusaha. “Mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan gaji pertama Anda,” dan itu jika Anda beruntung, tutur Gerber. Dan Bahkan jika Anda benar-benar mendapat gaji, gaji itu akan datang dalam jumlah besar. “Anda bisa mendapatkan penghasilan tahunan Anda dalam dua bulan dan harus menggunakan pencairan gaji untuk mempertahankan kebutuhan bulanan.

4. Orang yang menikmati disuruh-suruh.
Beberapa karyawan hebat sangat tidak cocok menjadi pengusaha. Satu contoh utama adalah orang-orang yang bisa melaksanakan visi orang lain dengan sempurna, tapi tidak bisa mewujudkan ide sendiri. “Bahkan para pendiri yang introvert harus mampu mengatur arah perusahaan, mengembangkan strategi dan mendelegasikan tanggung jawab kepada karyawan atau kontraktor,” tutur Gerber.

Apakah Anda termasuk salah satu dari empat tipe orang di atas?

Sumber: http://id.she.yahoo.com/empat-tipe-orang-yang-tidak-cocok-menjadi-pengusaha-080647690.html
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Thursday, May 30, 2013

Habibie Afsyah:Kelemahanku adalah kelebihanku

0
Hidup bukan hanya sekedar tulisan. Dimana kamu dapat dengan mudah mengganti kertas yang tidak sengaja terobek karena penamu yang terlalu tajam. Hidupmu bukanlah kertas.
Kamu harus tetap melanjutkan sisa tulisanmu di kertas yang robek hingga selesai dengan lebih berhati-hati. Biarlah robekan yang ada tetap merusak beberapa baris kata saja di awal paragraf hidupmu.

“Ma, jari tangan kanan tolong agak ke kiri sedikit,” ungkap Habibie Afsyah. Sang ibu, Endang Setyati melakukan apa yang diinginkan putra bungsunya. Belum sampai lima menit, ia meminta sang ibu mendorong kursi roda kedepan. Di pangkuannya, sebuah bantal diletakkan. Jari-jarinya diletakkan di atas keyboard komputer. Tangan kirinya aktif menggunakan mouse untuk melakukan aktivitas di depan komputer. Jangan bayangkan ia hanya menggunakan komputer saja. Sebuah komputer 32 inchi terpasang di bagian atas. Di bawahnya, terdapat lima layar komputer berukuran 17 inchi. Semua itu dinyalakan sekaligus. “Tapi harus ada musik karena saya tak bisa kerja tanpa musik,” katanya.

Habibie adalah sosok internet marketer yang difabel. Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini menderita Muscular Dytrophy tipe Becker. Suatu mutasi spontan di gen systropin pada kromosom XP21. Penyakit yang secara perlahan membuat otot-ototnya menjadi semakin melemah dan fisi
knya menjadi tak berdaya. Ia bahkan divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 24 tahun. Namun berkat dorongan dari dalam diri serta keluarganya, ia pun bangkit.

Alkisah, Habibie terlahir normal seperti bayi lainnya. Namun pada usia sembilan bulan, Endang menyadari ada yang lain pada diri buah hatinya itu. Habibie pun menjalani berbagai ritual yang tak mengenakkan bahkan menyakitkan. “Dulu pas masih kecil, saya hanya bisa menangis saja,” katanya kepada GATRA. Ia dimasukkan di dalam kotak yang ternyata membuat satu bagian tulangnya terlepas. Ini pun baru diketahui setelah melalui pemeriksaan dokter.

Dari sinilah, Habibie pun berhenti di terapi namun di optimalisasi potensi yang ada dalam dirinya. Diskriminasi bahkan olokan sering diterimanya. Sejak ia masih TK YPAC. Ia lantas dipindahkan di TK Lab Setia Budi. Saat duduk di sekolah dasar ia pun sempat berpindah sekolah pada kelas 3. “Banyak teman yang mengolokku,” katanya lagi. Ia berhasil lulus dari SMA Yayasan Sunda Kelapa pada tahun 2006.

Satu pertanyaan pun menggangu pikirannya. “Apa yang akan saya lakukan selepas SMA,” katanya. Namun pertanyaan itu terlintas begitu saja seiring kegemarannya pada permainan game online. “Dari bangun tidur hingga tidur lagi, saya hanya bermain game,” katanya. Akibatnya, biaya internet di rumahnya melonjak hingga Rp 1,3 juta per bulan.

“Saya bilang saya bisa cari uang sendiri,” kata Habibie kepada ibunya. Dan, ketika melihat kegilaan Habibie kepada dunia internet begitu menggila, ia pun mendaftarkan Habibie untuk mengikuti pelatihan internet marketing dengan biaya Rp 5 juta selama dua hari. “Namun saya nggak ngerti apa-apa,” katanya. Namun sang ibu berkeras agar Habibie mengikuti kelas advanced walaupun harus menjual mobil untuk membiayai kursus itu sebesar Rp 15 juta. “Saya merasa buang-buang uang,” katanya.

Toh, itu semua menjadi bekal pada kehidupannya kelas. Selepas kursus, ia mengembangkan bisnis pemasaran dengan membuat website. Padahal itu tak mudah. Namun, ia berhasil melakukannya.

Lihat saja website rumah101.com yang awalnya ia buat gratis agar orang tertarik untuk memasang penjualan rumah di dirinya. Namun kini, pemasang iklan harus membayar Rp 100.000 untuk sekali pasang, selamanya. Habibie juga memberikan layanan jasa SEO (search engine optimisation). Caranya, dengan mengoptimalisasikan mesin pencari untuk membantu meningkatkan kualitas website di search engine Google. Konsumennya tentu semakin mendapat keuntungan. Ia juga mengembangkan website www.ponsel-quran.com.

Kini, perjuangannya membuahkan hasil. Ia kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar. Sebagai motivator di Lapas Anak Tangerang dalam HUT Kemerdekaan RI Agustus 2008. Mulai sebagai Pembicara di seminar Internet Marketing Laga Einvenst UI 2008, Pembicara Edu-Preneur di Univ. Pendidikan Indonesia Negeri - UPI Bandung 2009 dan sebagainnya.

Ia pun dapat meraup untung hingga Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan. Hasil dana yang ia peroleh membuat ia tak menikmati sendiri. Ia kerap datang ke berbagai panti agar menularkan ilmu dan memberikan semangat bagi penyandang difabel lainnya. Walaupun kini, ia mengaku penjualannya agak menurun, namun ia tak pernah berputus asa. 

Sumber: http://www.gatra.com/kolom-wawancara/18932-habibie-afsyah-dulu-saya-hanya-bisa-menangis-saja.html
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.
Suka dengan artikel seperti ini?
Gabung di milis TDA Balikpapan dengan kirim email kosong ke
tda-balikpapan-subscribe@yahoogroups.com

Wednesday, March 27, 2013

Lakukan lebih baik dari yang ditugaskan!

0
Di Home Depot, Amerika Serikat, sebuah toko raksasa alat barang bangunan, pada pagi hari ketika toko baru buka, kasir baru ada satu dan anteran pembeli sudah panjang. Ada sorang anak muda mau membeli sekotak kecil paku yang harganya hanya 1.5 dollar, dia memberikan uang 100 dollar dengan muka malu dan meminta maaf karena tidak punya uang kecil.

Kasir ini kebingungan karena tidak punya uang kembali. Setelah berpikir sejenak, dia kembalikan uang 100 dollar nya pembeli, membuka dompet pribadinya, mengeluarkan 1.5 dollar nya sendiri, memasukkan kedalam kas, dan menyerahkan paku itu kepada pelanggannya, dan dicap lunas. Pembeli muda inipun mengucapkan terimakasih dan berjalan pulang.

Lewat 3 hari, ketika kasir ini sedang bekerja, tiba2 supervisor Home Depot datang dengan 2 orang ke arahnya, seorang anak muda dengan seorang agak tua. Ternyata itulah anak muda yang membeli paku 3 hari lalu. Dia heran ketika supervisornya menyalaminya dan mengenalkan pada tamu2 itu.

Tamu yang tua berkata: “ Nona kasir, kerjamu bagus sekali, anakku memujimu atas kejadian 3 hari yang lalu, dan aku kenal pemilik jariangan toko ini. Bisnisku diseberang sana, sebagai tanda penghargaan, sudah aku beritahukan kepada semua staff ku, sejak saat ini semua keperluan perusahaanku akan beli ditempat ini. Dan aku juga sudah menceritakan kerjamu yang baik pada atasanmu ini.”

Ternyata orang tua itu adalah pemilik satu perusahaan raksasa di dekat tokonya. Bisnis ratusan ribu dollar mengalir secara tetap keperusahaan hanya karena perbuatan kecil seorang kasir yang mau berbuat lebih untuk melayani pelanggannya.

Ketika kita bekerja, kemauan berbuat lebih, adalah salah satu kunci untuk membangun sukses kita. Jangan hanya melakukan yang di inginkan pelanggan saja, tapi lakukan dengan lebih dari apa yang diharapkan pelanggan kita. Melayani dengan baik sudah jadi norma umum, melakukan lebih menjadi keunggulan kompetitip kita sekarang.

*) Success = ABCD = Above and Beyond the Call of Duty.

**) “Don’t give them what they want. Give them what they never dreamed possible.” – Kevin Roberts.
Disalin dari: http://boymumbunan.blogspot.com/
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Thursday, March 21, 2013

Rasulullah Menyuruh, JUAL-lah!, Bukan Carilah Kerja Pada si Fulan

0
Ini mungkin terluput dari perhatian kita, bahwa Rasulullah lebih memerintahkan kita menjadi pedagang dari yang lainnya. Gak percaya? Simak aja kisah berikut:

Jadi pedagang itu mulia dan perintah Rasulullah. Pernah tau kan kisah seorang pemuda yang meminta-minta kepada rasulullah, lalu rasul menyuruhnya menjual pakaian hangat yang dimilikinya untuk dibelikan kapak?

Kata Rasulullah, “Saudara, terimalah uang ini. Lalu yang satu dirham kamu belikan makanan dan segera kamu berikan kepada keluargamu di rumah, sedangkan yang satu dirham lagi belikan sebuah kampak, dan bawalah ke sini segera.”

Lelaki itu segera menuruti perintah Rasulullah Saw dan menyerahkan sebuah kampak yang belum ada tangkainya kepada beliau. Kampak itu beliau terima lalu dibuatkan tangkai (gagang). Setelah tangkai terpasang, kampak itu beliau serahkan kepada lelaki tadi seraya bersabda, “Sekarang carilah kayu bakar dan JUAL-lah ke pasar! Dan ingat, jangan sekali-kali datang menghadapku sebelum lima belas hari!”

Coba kita perhatikan, mengapa Rasulullah menyuruh pemuda itu untuk mencari kayu lalu menjualnya? Bukankah secara logika akan lebih mudah bagi rasulullah untuk merekomendasikan saja anak muda ini ke salah seorang sahabatnya yang kebanyakan pengusaha kaya itu untuk bekerja pada mereka?

Mengapa Rasulullah tidak mengatakan, “Ini, pergilah ke si Anu, sampaikan surat ‘sakti’ ini padanya dan kamu akan diterima sebagai karyawannya.”
Ya, Rasulullah lebih suka menyuruh anak muda itu untuk jadi pedagang atau berwirausaha dibanding merekomendasikannya untuk bekerja pada orang lain.

Mari kita renungkan: JUALLAH!! Kata Rasulullah, bukan LAMARLAH Pekerjaan ke si A..

Jadi, banggalah dengan profesi wirausaha anda, meski sekarang belum besar dan hebat.

Karena Rasulullah lebih memerintahkan pemuda untuk jadi pedagang dibanding yang lain.

Semangaaattttt...

Haditsnya seperti ini:

Dikisahkan oleh Anas bin Malik ra, pada suatu hari datanglah seorang lelaki dari kalangan Anshar menghadap baginda Nabi saw untuk meminta pekerjaan.
Maka baginda Nabi bertanya kepada-Nya,”Hai Fulan, apakah kamu memiliki sesuatu di rumah?”
Orang itu menjawab,”Betul ya Rasulullah, di rumah, saya memiliki sebuah hil (pakaian tebal).”
Kemudian dia berkata lagi, “Sebagiannya saya pakai dan sebagian lainnya saya jadikan sebagai alas tidur. Selain itu, saya juga memiliki sebuah bejana tempat air minum.”
Kemudian Rasulullah berkata, “Bawalah benda itu kepadaku.”
Kemudian lelaki itu mengambilnya dan diserahkan kepada Nabi Saw.
Beliau menerimanya, lalu melelang benda itu kepada sahabat-sahabat yang kebetulan hadir seraya bersabda,”Siapa yang mau membeli dua benda ini.
Seorang sahabat menyahut,”Saya membelinya dengan harga satu dirham.”
Beliau menawarkan lagi, “Siapa berani lebih tinggi?”
Beliau mengucapkan kalimat ini sampai dua tiga kali.
Baru setelah itu ada sahabat lain menyahut,”Ya Rasulullah, saya bersedia membelinya dengan harga dua dirham.”
Maka Rasulullah menghampiri sahabat tersebut, lalu kedua benda itu diserahkan kepadanya, dan uang pembayarannya pun beliau terima.
Selanjutnya beliau memberikan uang itu kepada lelaki tadi seraya bersabda,”Saudara, terimalah uang ini. Lalu yang satu dirham kamu belikan makanan dan segera kamu berikan kepada keluargamu di rumah, sedangkan yang satu dirham lagi belikan sebuah kampak, dan bawalah ke sini segera.”
Lelaki Anshar itu segera menuruti perintah Rasulullah Saw dan menyerahkan sebuah kampak yang belum ada tangkainya kepada beliau. Kampak itu beliau terima lalu dibuatkan tangkai (gagang). Setelah tangkai terpasang, kampak itu beliau serahkan kepada lelaki Anshar tadi seraya bersabda,
“Sekarang carilah kayu bakar dan juallah ke pasar! Dan ingat, jangan sekali-kali datang menghadapku sebelum lima belas hari!”
Kemudian pergilah lelaki Anshar itu untuk mencari kayu bakar. Selanjutnya kayu-kayu yang berhasil memperoleh uang sebanyak sepuluh dirham. Uang itu dibelikan pakaian, makanan, dan keperluan lainnya. Lalu dengan perasaan girang dia menghadap Nabi dan melaporkan apa yang telah diperolehnya sekarang. Maka beliau pun turut bersyukur seraya bersabda,
“Ini lebih balk bagimu daripada meminta-minta, itu akan mencoreng wajahmu kelak pada hari kiamat. Dan meminta-minta dibenarkan kecuali pada tiga golongan. Pertama, orang yang benar-benar miskin. Kedua, orang yang terlilit utang. Ketiga, orang yang dibebani tebusan besar.”
(HR Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah).


Sumber: http://kampungwirausaha.com/
Ilustrasi: http://vyaparhub.in/
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Saturday, March 16, 2013

Teknik Pemasaran Hebat

0
Adul (nama samaran) dan Arul (nama samaran juga), adalah dua orang penjual produk suplemen, dua-duanya energik, punya antusiasme level dewa, sangat positif dan punya rasa percaya diri yang luar biasa.

Adul berjualan produk suplemen impor dengan kualitas yang premium, berteknologi dan "branded".

Sedangkan Arul hanya berjualan produk suplemen lokal dengan kualitas dan teknologi yang pastinya levelnya di bawah produknya Adul.

Adul menempuh jalan pemasaran yang selama ini dia yakini, ketemu prospek, memberi salam, berjabat tangan lalu bercerita (presentasi) tentang produk terbaik yang dia pasarkan. Lumayan, berkat kemampuan verbal, retorika dan pendekatannya yang bagus, mulai banyak 'closing', yaak satu -- nambah lagi satu dan satu lagi. Adul cukup senang hari itu.

Bagaimana dengan Arul?
Arul tidak punya kemampuan verbal dan retorika sebagus Adul. Pilihan kosakata Arul tidak sehalus dan seindah koleksinya Adul. Tetapi hasil Arul bisa mencapai 10x lipat pencapaian Adul. Lho gimana bisa?

Sederhana....

Arul mendatangi prospeknya, lalu berkenalan, mulai bertegur sapa ringan sampai terlibat pembicaraan hangat tentang keluarga - hobi dan latar belakang. Seru .... Sang prospek terlihat sangat gembira karena sejak awal percakapan, Arul lebih banyak mendengar daripada bicara, Arul nampak asyik menyimak penuturan cerita sang prospek sambil sesekali menimpali dengan guyonan segar dan tampak sang prospek tertawa lepas.

Sampai akhirnya berbicara tentang pekerjaan masing-masing, lagi-lagi Arul nampak antusias mendengarkan kisah pekerjaan sang prospek. Cukup lama berselang, nampaknya sang prospek mulai sadar, kok dia terus yang ngoceh, "Wah maaf nih Mas, dari tadi saya terus yang ngomong, tapi nampaknya Mas ini serius menyimak yaa, gimana ... gimana Mas ini dinas dimana?", tanya sang prospek.

Arul menjawab ringan, "Saya jualan produk suplemen lokal Pak".

Prospek, "Waah, boleh saya lihat produknya?"

Arul, "Lho, saya pikir Bapak nggak tertarik dengan produk suplemen, saya nyimak dari cerita Bapak tadi kalo Bapak selalu menolak tiap salesman yang jualan produk macam ini".

Prospek, "Ha ha ha... nggak lah, iya nggak apa-apa juga sekali-kali menyimak penjelasan Mas, siapa tau berguna".

Arul mulai menjelaskan singkat, padat ddan informatif.

Prospek, "Hmm... gitu yaa, kebetulan saya ada keluhan soal itu tuuh, boleh deh saya coba bawa brosur produk Mas dulu yaa".

Tidak ada 'closing' saat itu, mereka hanya bertukar informasi kontak dan saling berpisah.

Arul kecewa? Tidak.

Dua hari kemudian, sang Prospek menelepon Arul, "Mas, sore ini datang ke rumah saya yaa".

Ketika Arul datang ke rumah sang Prospek, ternyata sedang ada acara arisan keluarga besar, Arul hanya duduk diam sementara sang Prospek yang malah mempromosikan Arul dan produknya. Prospek, "Mas Arul ini orangnya baik, ramah dan teman diskusi yang menyenangkan. Oh ya dia juga jual produk bagus lho, kalau saya baca di brosurnya sih manfaatnya ini dan itu".

Singkat cerita, peserta arisan keluarga termasuk sang Prospek langsung memborong produk Arul, bahkan sampai Arul mesti berjanji kembali lagi esok hari mengantarkan kekurangan produk yang dipesan.

Woow ...

Sahabat TDA'ers,

Seringkali kita terlalu mendewakan produk (komoditas) yang kita jual, kita berceloteh tentang kualitas, tentang "value for money", tentang superioritas produk dan seterusnya.

Tetapi seringkali pula kita lupa, bahwa the "real product" adalah diri kita sendiri. Di kisah di atas, Adul fokus menjual produk, sementara Arul fokus menjual "personality" nya.

Karena pada hakikatnya, orang akan membeli "personality" kita, bukan semata-mata produk komoditas yang kita jual dan pasarkan.

Selamat malam....

Disalin dari: http://www.facebook.com/TDABalikpapan/posts/628357467190251
Ilustrasi: http://marketingsystemblueprints.com/
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Friday, March 15, 2013

Bakpao Mahal

0

Dikisahkan, ada sebuah toko bakpao yang sangat terkenal. Setiap hari di sana, terlihat antrean orang yang akan membeli bakpao. Bahkan banyak pelanggan dari luar kota pun sengaja datang, hanya sekadar untuk membeli bakpao yang terkenal karena kelezatannya itu. Walaupun harga bakpaonya terbilang mahal, tetapi orang-orang tetap saja mau antre untuk membeli.

Suatu hari, tampak seorang berpakaian lusuh seperti pengemis, ikut antre untuk membeli bakpao. Saat tiba gilirannya dilayani, tiba-tiba sang pemilik toko mendekati dan menyapa dengan ramah. Kemudian ia melayani sendiri pembeli itu.

"Ada yang bisa saya bantu Pak? Anda ingin bakpao dengan cita rasa apa?"

Sambil matanya menatap lapar, dengan tangannya orang itu menunjuk ke bakpao yang diinginkannya. Sang majikan dengan penuh senyum melayani sambil menyerahkan kantong berisi bakpao, lalu berkata "Terima kasih, Pak atas pembelian bakpaonya. Lain kali datang lagi ya."

Si pengemis membayar dengan uang kumal sambil berkata, "Akhirnya saya bisa menikmati bakpao lezat yang saya inginkan." Lalu ia pun pergi meninggalkan toko. Setelah itu, dari kejauhan dan dengan tatapan takjub, sang majikan toko memperhatikan si pengemis berteduh sambil memakan bakpao dengan nikmatnya.

Malam harinya, saat para karyawan hendak pulang, salah seorang dari mereka dengan penasaran bertanya ke majikannya, "Tuan, kenapa seorang pengemis yang hanya membeli dua bakpao, mendapat pelayanan yang istimewa dari tuan sendiri? Padahal selama ini kan kami yg melayani semua pembeli?"

Dengan senyum bijak, si majikan menjawab, "Anakku, memang pelangan kita pada umumnya adalah orang orang mampu, tetapi hari ini kita kedatangan pembeli yang istimewa. Seorang pengemis!"

"Tahukah kalian, butuh berapa lama dia harus mengumpulkan uang agar bisa membeli bakpao kita?"
"Ingat, setiap pelanggan, termasuk pengemis tadi layak menerima layanan yang sama baiknya seperti kita melayani pelanggan lainnya. Apakah kalian mengerti?"

Seluruh karyawan pun merasa puas atas pengertian yang diuraikan oleh sang majikan. Dan mereka siap, untuk melayani setiap pelanggan sama baiknya seperti teladan yang telah ditunjukkan oleh majikan mereka.

RENUNGAN :
Semangat dan keramahan melayani untuk memuaskan pelanggan seperti majikan dalam cerita di atas, patut kita simak dan teladani. Seperti teori marketing pada umumnya.
Bila kebutuhan dan keinginan konsumen mendapat kepuasan, selanjutnya akan lahir loyalitas konsumen pada produk atau jasa yang kita berikan. Ingat, siapapun konsumen kita, layak kita layani dengan sebaik-baiknya.­

If you can do better, please do it!
Jika Anda mampu melakukan dengan lebih baik, lakukanlah!


Disalin dari http://www.andriewongso.com/articles/details/9111/Bakpao-yang-Mahal
-------------------------
Gabung dengan Facebook Page TDA Balikpapan untuk mendapatkan pengumuman  dan undangan event, motivasi bisnis dan lain-lain.

Pendekar Bodoh

0

Hari Jumat (15/2) lalu saya ketemu pak David Marsudi, presiden direktur jaringan restoran Cost. Orang satu ini luar biasa nyentrik-nya. Dia misalnya, menyebut dirinya sebagai pendekar bodoh (nama perseroan Cost adalah PT. Pendekar Bodoh). Kenapa? Karena, menurut dia, menjadi pengusaha itu harus terus-terusan merasa bodoh. Karena merasa bodoh, maka kemudian kita harus terus belajar. Kalau kita sudah pintar, kita berhenti belajar, ujarnya.

Pada saat mau ketemu pak David, kebetulan saya melewati meja resepsionis dengan latar belakang logo Cost Academy, training center jaringan resto bersemboyan: Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima ini. Yang mengusik saya adalah tagline Cost Academy yang bunyinya menggelitik, Stupid Guys Keep Learning; orang bodoh selalu belajar. Intinya, tagline itu ingin mengatakan, semua karyawan Cost adalah orang bodoh, dan karena itu akan selalu belajar. Kami adalah orang-orang bodoh berjiwa pendekar, tukasnya.

Ruarrr biasa!!! Terus terang, setelah hampir dua jam saya ngobrol dengan pak David, saya jadi malu abis karena selama ini saya merasa pinter dan sok keminter. Padahal sesungguhnya nggak ada apa-apanya dibanding pak David hehehe.

Giving

Yang membuat saya salut luar biasa ke pak David adalah prinsip bisnisnya yang meneduhkan. Begini bunyi falsafah bisnisnya: Hanya konsentrasi pada apa yang dapat Anda berikan, jangan kawatir atas apa yang akan Anda dapatkan. Intinya, Cost harus memberi, memberi, dan memberi. Semakin banyak memberi, maka ujung-ujungya akan semakin banyak mendapatkan. The more you give, the more you get!!!

Pak David memberi perumpamaan pendulum: Ketika dilempar, maka pada akhirnya pendulum pasti akan kembali. Saya kemudian iseng menimpali, Tapi masalahnya, kapan pendulum itu akan balik pak? Dengan tangkas ia menjawab, mungkin saat itu juga, mungkin sebulan kemudian, mungkin setahun kemudian, bisa juga bertahun-tahun kemudian. Nggak masalah, itu semua Tuhan yang atur, kita manusia tak usah repot-repot mikirin, jawabnya enteng.

Prinsip memberi inilah yang melandasi kenapa pak David memilih restoran sebagai bidang usahanya. Karena restoran itu menampung banyak pegawai, ujarnya. Kalau bisnis Cost sukses, maka makin banyak karyawan yang ditampung, semakin banyak berkah diberikan kepada karyawan. Karena itu pak David punya spirit bahwa Cost harus menjadi distributor rezeki bagi bagi para karyawan dan siapapun yang berbisnis dengan Cost. Wow betapa indahnya.

Memerdekakan

Berkah yang diberikan Cost, kata pak David, tak hanya kepada karyawan dan partner bisnis. Yang terutama justru kepada konsumen. Apa itu? Pak David bercerita bahwa model bisnis Cost sesungguhnya simpel, yaitu: menjadikan makanan-makanan yang dulunya nggak terjangkau oleh kantong rakyat kecil, kini menjadi terjangkau. Mimpi saya adalah menjadikan rakyat kecil bisa makan masakan hotel berbintang tapi dengan harga yang terjangkau oleh kantong mereka, papar pak David mengenai falsafah di balik tagline Mutu Bintang Lima, Harga Kaki Lima.

Contohnya seafood. Selama ini kita mengenal seafood sebagai masakan mahal, tapi oleh Cost kini dibikin murah sehingga terjangkau rakyat jelata. Pak David kini juga sedang merintis restoran susi Jepang yang bakal buka sebentar lagi. Prinsipnya sama, kalau selama ini masakan susi mahal dan hanya ada di hotel berbintang, maka kini harus menjadi murah dan terjangkau rakyat kecil. Nanti kita akan bikin restoran Italia, restoran Amerika, restoran Eropa dengan harga rakyat jelata, tambahnya.

Jadi prinsip giving di sini diterjemahkan sebagai memerdekakan rakyat kecil yang ingin merasakan dan menikmati masakan mahal, masakan hotel, atau masakan luar negeri, yang selama ini tak terjangkau oleh isi kocek mereka.

Pengusaha Bodoh

Ada lagi konsep bisnis nyleneh pak David yang membuat saya berpikir tujuh keliling. Yaitu argumentasi pak David yang menyebut dirinya sebagai pengusaha bodoh. Dia bilang bahwa, kini pasar dipenuhi oleh konsumen pintar dan pengusaha pintar. Ciri konsumen pintar adalah ia minta mutu tinggi tapi dengan harga semurah mungkin. Sementara ciri pengusaha pintar adalah ia memberikan mutu tinggi tapi dengan harga berlipat-lipat lebih tinggi. Kalau konsumen dan pengusaha sama-sama pintar, maka ini nggak akan ketemu-ketemu, jelas pak David.

Karena itu, pak David memosisikan diri sebagai pengusaha bodoh. Apa cirinya pengusaha bodoh? Yaitu ketika dia memberikan mutu setinggi mungkin, tapi memasang harga semurah mungkin (yup, ini namanya ngajak bangkrut hehehe). Saya bisa pastikan, konsumen pintar lebih suka pada pengusaha bodoh dibanding pengusaha pintar. Itu sebabnya saya memilih menjadi pengusaha bodoh, seloroh pak David berargumen.

Secara logika model bisnis yang diambil pak David selintas nggak masuk akal. Bagaimana bisa memberikan mutu tinggi, tapi harga murah? Tapi justru inilah indahnya prinsip bisnis pak David. Intinya kalau niatnya ikhlas untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen, maka Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Pendulum yang dilempar pasti pada waktunya akan kembali. Inilah indahnya prinsip memberi. Its the power of giving.

Nyentrik

Untuk memberikan gambaran bagaimana prinsip giving ini dijalankan pak David, coba kita simak program-program promosi nyleneh dan melawan arus (yup, paradoks) yang dijalankan Cost. Ambil contoh program Diskon Umur. Program ini memberikan diskon ke konsumen sesuai umur yang tertera di KTP. Kalau umur Anda 30 tahun maka Anda dapat diskon 30%. Kalau umur Anda 80 tahun Anda dapat diskon 80%. Lalu bagaimana kalau umur Anda 104 tahun? Anda malah dapat cash back, habis makan malah dapat duit, ujar pak David. Kwkwkwwkkw!!!

Contoh program nyleneh lain adalah program Hamil Baru Bayar. Program ini memberikan kesempatan para pasangan untuk merayakan pernikahan di Cost gratis untuk 300 kursi plus dekorasi pelaminan. Bayarnya kapan? Bayarnya setelah si istri hamil. Begini bunyi iklannya: Pesta Pernikahan Sekarang Hamil Baru Bayar.. (Tidak Hamil, Gratis). Ada juga program Uang dan Doa dimana konsumen membayar makanan di Cost dengan Separo Uang, Separo Doa. Syaratnya, si konsumen wajib mendoakan orang lain dalam secarik kertas, doa inilah yang dipakai untuk membayar separo harga makanan yang dipesan. Kwkwwkwkw!!!

Seperti halnya saya, Anda para pembaca pasti bertanya-tanya: Konsumen usia 104 tahun makan di Cost nggak bayar malah dapat duit, apa itu nggak bikin bangkrut? Atau, Pasangan menggelar resepsi gratis di Cost tapi setelah hamil menghilang nggak bayar, apa itu nggak bikin bangkrut? Inilah sekali lagi keindahan dari spirit of giving. Barangkali memang banyak pasangan yang tidak balik ke Cost saat istrinya hamil, tapi bagi pak David itu tidak jadi masalah. Dari program-progran yang unik itu kita mendapatkan simpati dari konsumen dan ini bisa memicu promosi dari mulut ke mulut yang nilai rupiahnya bisa miliaran, ujar pak David tangkas, pokoknya nggak usah kawatir, itu semua Tuhan yang atur.

Kini bahkan pak David sedang mempersiapkan gerai bakery-nya dengan merek D Stupid Baker. Yang menarik adalah tagline-nya yang berbunyi: 5 Star Quality, Stupid Price. Yang lebih menarik adalah nama perusahaan yang menaungi Stupid Baker, yaitu PT Bocuan Gapapa. Mau tahu apa maksudnya? Bocuan Gapapa maksudnya nggak profit nggak papa yang penting memberi.. kwkwkkwkwkwkk.

Mengikuti pengalaman saya ngobrol dengan pak David, mungkin Anda kini mulai terbuka lebar hatinya. Barangkali Anda mulai sepakat dengan saya bahwa, setelah membaca kolom ini kita harus menjadi orang bodoh. Orang bodoh yang berjiwa pendekar. Orang bodoh yang bersenjatakan spirit memberi. Sekali lagi: Its the power of giving.

Pak David memang T-O-P.. B-G-T!!!

yuswohadi
http://yuswohady.blogdetik.com
Ilustrasi: http://www.yuswohady.com/

Anakmu Mengenalkan Siapa Dirimu

0

Jika anakmu BERBOHONG
Itu krn engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

Jika anakmu TDK PERCAYA DIRI
Itu krn engkau TDK MEMBERI dia SEMANGAT.

Jika anakmu KURANG BERBICARA
Itu krn engkau TDK MENGAJAKNYA BICARA.

Jika anakmu MENCURI
Itu krn engkau TDK MENGAJARNYA MEMBERI.

Jika anakmu PENGECUT
Itu krn engkau selalu MEMBELANYA.

Jika anakmu TDK MENGHARGAI ORG LAIN
Itu krn engkau BERBICARA TERLALU KERAS kpdnya.

Jika anakmu suka MARAH²
Itu krn engkau KURANG MEMUJINYA.

Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS
Itu krn engkau TDK BERBAGI dengannya.

Jika anakmu SUKA MENGASARI org lain
Itu krn engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN terhadapnya.

Jika anakmu LEMAH
Itu krn engkau SUKA MENGANCAMNYA.

Jika anakmu CEMBURU
Itu krn engkau MENELANTARKANNYA.

Jika anakmu MENGGANGGUMU
Itu krn engkau KURANG MENCIUM atau MEMELUKNYA.

Jika anakmu TDK MEMATUHIMU
Itu krn engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

Jika anakmu TERTUTUP
Itu krn engkau TERLALU SIBUK.

Semoga bermanfaat untuk setiap orang tua
Assalamu'alaikum

KHAIRIN
Ilustrasi: http://muslimdaily.net/

Suka dengan artikel seperti ini?
Gabung di milis TDA Balikpapan dengan kirim email kosong ke
tda-balikpapan-subscribe@yahoogroups.com

Thursday, March 14, 2013

Jangan Takut Dengan Kaya Atau Miskin

0

"Kekayaan tidak berbahaya bagi orang yang bertakwa kepada Allah. Akan tetapi, kesehatan lebih baik daripada kekayaan bagi orang yang bertakwa kepada Allah. Dan baiknya diri termasuk kenikmatan." (Riwayat Ahmad)

Bagi orang yang beriman, kemiskinan itu bukan aib, bukan cacat, bukan pula kehinaan. Kerena kemiskinan bukan penghalang bagi Muslim untuk berbuat kebaikan. Dalam keadaan miskin kita masih bisa berbuat baik, beramal saleh, bahkan masih bisa membantu orang lain.

Meskipun demikian, tetap disadari bahwa banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang miskin. Menjalankan ibadah haji, misalnya, hanya diperintahkan bagi orang yang berkesanggupan. Berzakat dan berinfaq juga demikian. Secara ekstrim bahkan manusia hanya dibagi menjadi dua: muzakki (orang yang wajib berzakat) atau mustahiq (orang yang berhak menerima zakat).
Untuk membebaskan diri kita dari keterbatasan tersebut, Allah telah memberi jalan, di antaranya adalah membebaskan kita untuk jual beli atau berniaga.

Dalam perniagaan itu ada karunia, rezeki, bahkan keberkahan dari Allah yang harus diusahakan dengan gigih, sungguh-sungguh, pantang menyerah, dan bergairah tinggi.

Allah berfirman, "Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (Al-Jumu’ah [62]: 10)
Karunia Allah itu ada di mana-mana, bisa didapatkan dengan berbagai cara. Semua telah dibuat mudah bagi orang yang mau bekerja, dan menggerakkan sumber daya yang dimilikinya.

Jangan takut menjadi kaya, sebab kekayaan juga dapat membantu kita. Dengan kekayaan kita bisa menjalankan bebagai amal kebaikan. Dengan kekayaan kita bisa membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Dengan kekayaan bahkan kita bisa menjayakan agama Allah.

“Wahai Amru, alangkah baiknya harta yang baik di tangan orang yang saleh." (Riwayat Ahmad)
Lebih jauh lagi Rasulullah menegaskan tentang pentingnya harta. Beliau bersabda, "Pada akhir zaman kelak manusia harus menyediakan harta untuk menegakkan urusan agama dan urusan dunianya." (Riwayat Ath-Thabrani)

Suatu hari, datang seseorang meminta sesuatu kepada Rasulullah. Beliau menghadiahkan kambing kepadanya. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, satu lembah. Bayangkan, jika satu lembah itu ada seratus domba, dan harga satu domba itu satu juta, maka Rasulullah mengeluarkan uang tunai seratus juta, spontan.
Lalu bagaimana reaksi orang yang diberi? Seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, orang tersebut berseru kepada kaumnya, “Wahai kaumku, masuklah Islam karena sesungguhnya Muhammad memberikan harta seperti orang yang tidak pernah takut miskin." Lalu semua kaumnya masuk Islam atas kemurahan Rasulullah.
Jangan takut kaya sebagaimana kita juga tidak boleh takut miskin. Semakin kaya, semakin banyak ladang amal kita, semakin banyak orang yang kita bantu, semakin banyak yang bisa kita bangun, semakin banyak infaq yang kita keluarkan karenanya. Wallahu a’lam bishawab
Selamat beraktifitas...

Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10151395852864355&set=a.10150443443424355.367228.291202364354&type=1

Value of Time

0
Imagine there is a bank that credits your account each morning with $86,400.
It carries over no balance from day to day. Every evening deletes whatever part of the balance you failed to use during the day.
What would you do?
Draw out every cent, of course!!!
Each of us has such a bank. Its name is TIME.
Every morning, it credits you with 86,400 seconds. Every night it writes off, as lost, whatever of this you have failed to invest to good purpose. It carries over no balance. It allows no overdraft. Each day it opens a new account for you. Each night it burns the remains of the day. If you fail to use the day’s deposits, the loss is yours.
There is no going back. There is no drawing against the “tomorrow”. You must live in the present on today’s deposits. Invest it so as to get from it the utmost in health, happiness, and success!

The clock is running. Make the most of today.
  • To realize the value of one year, ask a student who has failed his final exam.
  • To realize the value of one month, ask the parent of a premature baby.
  • To realize the value of one week, ask the editor of a weekly newspaper.
  • To realize the value of one day, ask a daily wage laborer who has a large family to feed.
  • To realize the value of one hour, ask lovers who are waiting to meet.
  • To realize the value of one minute, ask a person who has missed the train, the bus, or a plane.
  • To realize the value of one second, ask a person who has survived an accident. 
  • To realize the value of one millisecond, ask the person who has won a silver medal at the Olympics.
Treasure every moment that you have! And treasure it more because you shared it with someone special, special enough to spend your time. And remember that time waits for no one.

Sumber : http://www.facebook.com/pages/Rationalist/175897382449548
Ilustrasi: http://www.brickbybrickinvesting.com/2013/01/13/value-your-time-update/

Pesan Penting Dari Steve Jobs

0
Inilah salah satu pidato dari tokoh fenomenal Steve Jobs, yang selalu mempunyai ide-ide penyederhanaan terhadap sesuatu. Saya sangat terinspirasi dari orang bule satu ini. Terutama pada kemampuannya untuk membuat teknologi itu menjadi sangat manusiawi dan didasarkan pada ‘user experience’.
Banyak ide-ide besar yang dicetuskan Steve Jobs ini yang kemudian terbukti menjadi tren teknologi, yang sangat ‘masa depan’. Berpikir berbeda, bertindak berbeda, maka hasilnya pun berbeda. Saya mengutipkan pidato yang sangat menginspirasi ini sebagai sebuah bentuk sharing dan sekaligus penghargaan saya yang tinggi untuk si Bung Apple Krowak ini.
Silahkan dibaca, direnungi, dan semoga mendapatkan hikmahnya.

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.
Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya punmemutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.
Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasaingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.
Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwatitik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyakperbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz (Steve Wozniak) dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.
Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.
Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali-saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itumengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple.
Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.
Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.
Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:
Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.
Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut.
Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid.
Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.
Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.

Stay Hungry. Stay Foolish.

Silaturrahmi Pasti Mendatangkan Rezeki

0
Kenapa dalam agama, silahturahmi itu mendatangkan rezeki?

Nih, saya udah coba... Kalau anda mengalami satu kondisi yang nggak enak, atau anda lagi bingun nggak tahu mau bisnis atau kerja apa, saya mo kasih resep yang pernah saya lakukan...

Jangan terus diam dirumah, ngapain diem aja malah bikin stress... Tapi cobalah anda susun 30 orang daftar nama teman-teman Anda, mau temen SD, bekas tetangga, temen kuliah, dsb.... Buat daftar 30 nama, dan buat komitmen pada diri Anda... Setiap nama yang ada, Anda kunjungi satu persatu setiap hari.
Satu persatu Anda kunjungi... Ketika ketemu Ngapain?

Just say hello... dan nggak usah ada agenda apa2, cuma silahturahmi.
Hal yang pantang Anda lakukan jika ketemu:
  1. Mengeluhkan masalah Anda.
  2. Meminta pekerjaan ato project.
Just say hallo dan ngobrol yang menyenangkan. Cerita2 pengalaman, kenangan dsb.
Lakukan itu selama 30 hari sesuai daftar. Cobalah... Luarbiasa sekali dampaknya... Memang benar silahturahmi itu mendatangkan rezeki... Ini yg sering saya lakukan sampe sekarang...

#Kampung Wirausaha

“Barangsiapa yang ingin dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umur, maka hendaklah ia menghubungkan silaturrahim” (riwayat al Bukhari dan Muslim).

9 Cara Mengurangi Stress

0
Stress itu sering baik untuk membuat kita lebih optimum dalam bekerja. Eustress, stress yang baik, pada fase “Thrill” sangat bermanfaat buat kita. Tetapi, sering kita mengalami stress yang berlebihan, dan membawa dampak negatif, baik untuk diri kita sendiri, ataupun orang2 di sekeliling kita.
Ada 9 hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stress level kita:
  1. Mengurangi nilai kepentingan hal yang kita kuatirkan. Kita menjadi stress karena apa yang kita hadapi kita anggap sangat penting. Padahal tidak semuanya sebenarnya sepenting itu. Salah sedikit, miring sedikit, tidak lah apa2. Dengan mengurangi nilai pentingnya hal itu, akan membuat kita berkurang stressnya. 9 dari 10 orang stress selalu melebihkan resiko yang terjadi dengan menganggap akan terjadi hal yang jauh lebih parah dari yang sebenarnya.
  2. Mengurangi pemikiran akan kemungkinan itu terjadi. Teman yang takut terbang, memikirkan kemungkinan pesawat ada problem diudara. Dengan memikirkan bahwa hal itu sangat kecil kemungkinannya, kita dapat mengurangi stress kita.
  3. Berpikirlah dari sudut pandang yang lain. Kalau Anda tidak diterima bekerja di A, mungkin masih ada pilihan di B, atau bahkan bisa membuat Anda menjadi wiraswasta. Kita coba lihat persoalan dari sudut2 yang lain.
  4. Rayakan kesuksesan kecil Anda. Kita stress sebab kita selalu menghawatirkan hal2 kecil dan negatip, kalau kita merayakan kesuksesan kecil kita, misalkan berhasil menyelesaikan proyek 3 hari lebih awal, perlu kita makan soto bersama. Kemeriahan perayaan mengurangi stress kita.
  5. Bertemulah dengan sahabat Anda. Sahabat mengurangi stress, membuat kita menjadi bahagia, dan membuat suasana hati membaik. Kita perlu kadang membuat kehidupan sosial kita menjadi sebuah obat untuk penghilang stress kita.
  6. Gunakan mental energi kita untuk hal2 yang lebih positip. Kita arahkan fokus dan perhatian kita pada penyelesaian dan pada sisi2 positip tantangan yang kita hadapi. Jangan masuk pada lingkaran setan yang membuat kita menjadi terputar2 pada persoal kecil yang kita jadikan besar.
  7. Tanyakan kembali dengan pertanyaan yang lebih penting. Apakah ini akhir hidup Anda bila Anda gagal? Apakah yang Anda pentingkan dalam hidup ini? Lima tahun dari sekarang, apakah hal ini masih sepenting ini? Siapa sebenarnya yang membutuhkan ini, apakah benar segenting ini persoalannya? Pertanyaan yang tepat akan membawa Anda pada sudut hati yang tepat pula.
  8. Larilah sejenak. Bila tidak tahan dalam stress, cobalah ke Bali pada akhir pekan, atau ke kebun binatang pada hari Minggu, atau ke Bogor melihat tanaman. Pelarian sejenak memperbaiki suasana hati dan membuat kita lupa sejenak dengan persoalan yang ada.
  9. Hadapi dengan tegar. Pada akhirnya harus kita hadapi juga persoalan yang ada. Memang tidak mudah, dan butuh ketahanan, tetapi pada akhirnya kita harus mau dan mampu menghadapi persoalan itu dan menyelesaikannya.
Semoga 9 hal di atas dapat mengurangi stress yang Anda alami, dan memperbaiki kehidupan Anda.
*Tanadi Santoso.

Sumber: http://www.facebook.com/Tanadisantoso.fb/posts/10151273905948071
Gambar: http://www.edukart.com

Introspeksi Kreatif Ala Bocah

0
Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman & mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka.
Koh Abeng, si pemilik toko mengamati-amati­­ tingkah bocah ini & menguping percakapan teleponnya.
Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?
Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.
Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.
Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.
Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu & saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yg tercantik di antara rumah" yg berada di kompleks perumahan ibu.
Ibu: Tidak, terima kasih.
Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon.

Koh Abeng, yg dari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.
Koh Abeng: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, & aku ingin menawarkanmu pekerjaan.
Bocah: Tidak. Makasih.
Koh Abeng: Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.
Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yg bekerja untuk Ibu tadi!
Member yg bijak, Seperti anak kecil ini, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yg kita kerjakan pada tahun 2012 untuk memastikan kualitas yg lebih baik pada tahun 2013.
Ingatlah...
Apapun yg akan kita kerjakan, pastikan kita melakukan yg terbaik...
Bukan begitu memb..?!!
Selamat mengisi tahun 2013....!!!
Tetap Semangat,
Tetap Santun...
*Silakan klik share/bagikan
Copas dari FP sebelah: Ide KonyolSumber: http://www.facebook.com/TDABalikpapan/posts/584508258241839
Gambar: donnydoncrow.multiply.com

Copyright © 2011 TDA Balikpapan | Didukung oleh Web Hosting Balikpapan
Designed by Templateism