Wednesday, March 13, 2013

Filled Under: ,

Butterfly Effect TDA


Lutfiel Hakim, awalnya adalah seorang instruktur bahasa Inggris dengan gaji per bulan Rp. 800.000. Dengan gaji segitu tak ada yang tersisa buatnya di akhir bulan, karena setelah dipotong transportasi dan biaya hidup ia malah harus nombok Rp. 200 ribuan setiap bulannya.

Itu cerita sebelum ia mengundurkan diri tahun 2007 dan bergabung dengan Komunitas TDA yang ditemukannya secara tak sengaja saat menjelajah dunia maya.Proses perpindahan kuadrannya menjadi semakin manis setelah mendapat bantuan seorang teman TDA yang mengajaknya bekerja sama memasarkan jasa kursus privat bahasa Inggris melalui internet. Kini, omzet perbulannya sudah tembus angka Rp. 25 juta, berkali-kali lipat dari gaji yang didapat sebelumnya. “TDA mendukung saya 100% dalam banyak hal, termasuk pengembangan diri dan kewirausahaan”, akunya kepada Dalyanta Sembiring, seperti tertulis di majalah Reader’s Digest edisi September 2010.

Tanggal 17 Agustus jam 6 pagi saya berada di kamar hotel Madani, Medan menyaksikan Trans TV yang menayangkan acara Makna Kemerdekaan. Stasiun ini mengangkat tema keadilan, kemakmuran dan kedaulatan dalam mengisi kemerdekaan. Untuk segmen kedaulatan, Komunitas TDA dipilih karena dinilai termasuk yang gigih memperjuangkan kedaulatan ekonomi, khususnya dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. Saya pun menunggu tayangan itu dengan berdebar-debar, karena saya termasuk yang menjadi nara sumbernya.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah seorang nara sumber wanita berjilbab yang tinggal di Depok bernama Molina. Ia bercerita tentang bagaimana ia berhenti bekerja dengan tantangan yang berat dari keluarga dan memulai usaha batik online. Berulang kali ia bertutur bahwa semua pencapaiannya ini tak lepas dari peran Komunitas TDA wilayah Depok di mana ia sekarang bergabung. Saya baru mengenal member ini dan terus terang saya terpaku dan speechless mendengar pernyataannya bahwa TDA telah sedemikian rupa membantunya berubah menjadi seorang pengusaha.

Lutfiel Hakim, Molina dan banyak lagi member yang tidak bersentuhan langsung dengan saya. Tapi, manfaat dari TDA sudah mereka rasakan. Subhanallah. Apakah ini yang namanya butterfly effect dari TDA? Menurut teorinya, butterfly effect itu terjadi karena chaos theory yang terjadi tanpa sengaja. Menurut saya, butterfly effect TDA terjadi karena sengaja, salah satunya adalah dengan adanya kelompok mastermind yang gencar dikampanyekan di TDA. Dua orang member tadi aktif bergabung di mastermind TDA.

Mastermind TDA adalah salah satu bentuk dari upaya sengaja dalam rangka menebar rahmat TDA seluas-luasnya.Mastermind adalah butterfly effect TDA yang berdampak luar biasa. Saat ini ada sekitar 100-an kelompok mastermind TDA.

Bayangkan, 5 sampai 10 tahun ke depan, apa yang terjadi di balik fenomena ini.

http://roniyuzirman.wordpress.com/

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2011 TDA Balikpapan | Didukung oleh Web Hosting Balikpapan
Designed by Templateism